beradu cerita

1 02 2010

malam yang sama, tidak hujan, tidak ada petir, tidak ada badai yang menghantam..

tenang, beradu tenang dengan rumah-rumah kosong di daerah pensiunan jendral, sangat tenang

saya beradu kelihaian dengan bosan yang mengadu nasib dengan lebih spesifik pada rangkaian larut yang semakin memuncak

apa salah saya pada paradigma yang memegang untuk tetap bertahan melawan kantuk yang seharusnya menjadi sahabat bagi jantung, hati dan organ dalam tubuh, saya kebanyakan bergadang….

terlintas pada masa setahun lalu, dua tahun lalu tiga tahun lalu kebelakang.

entah mengapa senang sekali saya melihat kebelakang akhir-akhir ini, pada rangkaian kereta lama yang mengantarku cukup sejauh ini, dan berharap semakin jauh lagi nantinya,

malam ini saya melow…

saya tiba-tiba beradu pandang pada kamar yang lampunya sudah dimatikan , namun tidak juga mengantuk, mencoba berbagai cara untuk mengundang tuan tidur merasuk ke diri, hasilnya- gagal

membuka laptop dan mulai menulis, bertanya, sedang apakah dia, bagaimana dia, apa yang difikirkannya, semua memang telah benar-benar berlalu, ada yang harus dijalani lebih jauh, tapi bagiĀ  saya tak perlu memutus rantai cerita yang pernah susah payah ditulis,

segalanya benar-benar berbeda, menjalani sesuatu yang baik sekarang, mungkin dia juga disana, tapi selama 7 bulan terekhir saya bertempur melawan diri saya sendiri untuk menerima keadaan, menerima ketertolakan, baru 2 bulan terakhir saja berhasil memenangkan pertaruhan dan pertarungan dengan diri sendiri, dan berakhir dengan membagi cerita dengan yang lain.

apalah arti belakang kalau ada depan, apalah arti kiri bila ada kanan

tapi saya memberi makna yang dalam padamu,

tersadar:

*untuk menyayangi tidak perlu ada embel-embel memiliki, harus bersama atau segala yang membuat impact yang sangat besar pada diri sendiri..

menyayangi tidak perlu koresponden, tidak perlu aturan, tidak perlu perbandingan, cukup itu saja

tanpa perlu menjadikannya deretan huruf besar dan ditambah tanda seru, atau kata tanya yang berharap pada balasan..

^seseorang akan kebal bila mendapati perlakuan yang sama berkali-kali..

(status: tidak jelas, tidak bisa tidur, padahal besok mesti kuliah pagi sampai sore.)

mati gw





aku..aku..ya aku.. (meyakinkan diri sendiri malam ini)

30 01 2010

aku ingin menjadi realita pada fiksi-fiksi kehidupan,

aku ingin menjadi refraksi fragma terakhir dalam hidup,

menjadi tetasan terakhir pada kekeringan,

menjadi bintang yang tak tampak,

menjadi awalan dan akhiran,

menjadi terbakar dan kedinginan,

aku adalah fermentasi antara khayal dan realita, antara dia, aku kau mereka dan bumi kita, aku adalah aku yang harus ada.





kamu, aku, dan mungkin kita.

30 01 2010

saat masa matahari belum benar-benar tenggelam aku masih akan tetap berdiri

sekedar percaya akan ada keajaiban di detik terakhir

di pantulan sinar terakhir antara pembiasannya dengan uap air yang hampir tidak mungkin

ketika menoleh, aku percaya bahwa harapan itu ada

akan melihat kombinasi sinar matahari tenggelam, uap air hujan dan pantulan pelangi..

hal yang ku tunggu setahun terakhir

“i will”

kata terakhir yang kuucapkan ketika aku melihat punggungmu dari belakang’..

setahun belakang cukup sudah aku mengagumimu dari sisi melankolis hidupku, belajar seperti pencuri yang diam-diam memuja rumah tuan yang ingin dicurinya, mengagumimu dari belakang deretan punggung mu yang membuatku selalu merasa lebih kuat ketika percaya bahwa rasa akan terbalas

di saat melihatmu mulai berjalan dikejauhan, aku berjanji pada diri sendiri untuk memperjuangkan apa yang kusebut cinta

berjanji bahwa beberapa tahun kedepan kau akan kuliat berada di sampingku bukan didepanku seperti biasanya, aku percaya, hanya cukup percaya bahwa aku akan tetap memujamu wanita, dalam lingkup aku harus berjauhan.. karena memang itulah proses untuk mengenal hatimu, tapi proses bagiku penyiksaan, tahukah kau aku meneliti semua tentangmu mendetail, dari profilemu didunia maya, foto-fotomu yang kusimpan rapi di folder khusus komputerku, di folder khusus handponeku dan difolder khusus macbook ku..

tersiksanya aku berhadapan dengan ketakuakan yang aku sendiri tidak tau untuk apa,

apakah aku takut melihatmu yang begitu ramah kepada semua orang, apakah aku takut melihatmu tersenyum saat kita berpapasan, apakah aku harus takut melihatmu yang selalu dipuji oleh banyak guru karena kemampuan matematismu…

aku membisu, aku tak harus berhadapan pada ketakutan padamu fikirku perlahan

saat yang sama aku mengambil dslrku menatap kekaca ku yang cukup besar, melihat dan memantiknya perlahan, aku cuma melihat fokusnya…aku.

coba untuk menerka hatimu wanita pujaan, mencoba megkali-kalikan sembari beberapa kali mengakarkan semua tentangmu

tapi tetap hasil hitunganku absrud, tidak terdefenisikan, alias eror.

aku bingung, lebih bingung dari ujian fisika mendadak yang berhasil kuselesaikan 20 menit lebih cepat darimu, lebih bingung ketika harus tiba-tiba mewakili sekolah di IPHO, tapi tak lebih bingung ketika kau berpapasan denganku dilorong dan mengajakku bicara,

taukan kau aku ingin berkomat-kamit lebih lancar dari anggota dewan bila dekatmu..tapi aku mematung, tegak berdiri sambi lmenahan nafas

*menjelang saat-saat terakhir kelulusan aku pasti tak akan bertemu-mu lagi, aku akan disibukkan proyek masa depan yang ku bangun dari dulu, tapi sadarkah kamu diantara banyak proyek yang ku hantarkan dalam mimpi dan doaku ada kamu yang berdiri teguh disisi-sisi selatan tempat aku menaruh hal-hal yang paling penting itu, tapi tetap saja semua tak berpihak padaku, padamu dan pada cintaku yang menggebu untuk memperjuangkanmu.

dua bulan genap, setelah aku melihat mu naik ke mobilmu dan tepat berdiri memberi jarak dibelakangmu, aku hanya mengandalkan kelemahan sistematika otak yang terlalu bodoh untuk dibandingkan dengan para ahli riset kelas kakap, atau aku hanya bermimpi pada ruangan kecil yang kubentuk dan kuberi nama-mu, kuharap aku tak salah dengan penyiksaan ini.

*tersadar kali-kali ku yang salah dari dulu ialah bentukan semu tentangmu, aku ingin kembali pada masa dulu, ketika aku membiarkan mu berdiri didepanku, tanpa sapaan, tanpa kenalan dan tanpa gurauan…

sudahlah, aku seperti tunas baru tumbuh dijalanan dan terinjak kaki pejalan kaki, rapuh untuk bangkit dan terlalu menjejak ke tanah untuk tetap di bawah..

kalau kau ada pada masa-masa ku sebelum berakhir dibumi, biarlah masa itu tetap menjadi pergolakan damai antara aku dan rohku, antara kenyataan dan cita-cita antara kamu dan aku pada jarak 50 meteran kita..

jangan ganggu aku lagi dengan senyummu yang tanpa makna, jangan ganggu aku lagi dengan rentetan biduan suaramu yang mengiris, cukup dua tahun aku tersiksa dengan kondisi yang tercipta untukmu,

saat aku berjalan menuju pesawat, aku tersadar bahwa kita berada di pesawat yang sama dengan tujuan singapura.

“hai” sapamu manis

” kamu ke singapura juga?”

” iya, kamu kuliah di NTU juga ya? jurusan apa kamu?”

“arsitektur, kamu?”

“sama”

aku tersenyum seperti melupakan prakata pada candi-candi tua yang mendahului nasib,seperti arca yang membeku mulai mencair dan mulai menampakkan bentuk pada galian ke seratus hari.

saya tersenyum dalam hati

” kamu akan aku perjuangkan…pasti”

aku tersenyum dengan seribu satu dan plus dua puluh makna lain kepadamu, sambil tertawa kecil aku menyodorkan tangan ku padamu, berusaha menyalammu..

“dito”

sambil bingung dengan tingkahku, dia menjabatku lagi

“ratih, tapi bukannya gw juga kenal lu ya”

“kita baru kali ini kenalan secara formal” aku jawab dengan sangat percaya diri

ternyata es yang membeku bisa lumer dengan sekejap pada suhu 40 derajat celcius, pada kondisi tertentu.

saya mengambil novel dalam tas dan membaca sambil cekikikan kecil, kamu terdiam kebingungan.

*untuk seseorang yang membuat saya tersenyum berkali-kali di pesawat singapura airlines, semoga kamu mengerti pergolakan hati ini.





mimpi saya hitam putih

27 01 2010

masihkan aku bertahan pada bentukan salah yang merasuki otakku

mengingatmu malam ini, membuat aku nelangsa

lagi dan lagi…

rentetan penolakanmu menjadi perahu akut untuk kabar hidupku, membekali otakku saat membenarkan algoritma salah menjadi benar.

atau itu hanya permainan kata-katamu….

masih ingatkah kau kekasih pada mimpi yang kita bangun dahulu

menempatkan rangkaian dan bentukan apa yang baik di sisi lain kehidupan ku

di sisi sungai seberang kota aku memegang tanganmu sambil memastikan kau tidak kehujanan

saat gerimis menyandiwarakan peran kita berdua..

tapi sekarang di lembah-lembah sendirian aku berusaha mengungkap apa yang tak terungkap

atau aku yang terlalu berlebihan menempatkanmu pada noktah-noktah yang salah dalam alur hidup ku yang maju mundur..

masih teringat kau membelakangiku pada titian matahari berpamitan padaku di sungai seberang kota, di kali depan rumah, diwaktu aku terpaku dengan bahasamu

ingin aku mengejarmu dengan semua tenaga yang tersisa, ingin aku berkaitan hati denganmu dengan semua keterbatasanku

ataukah kau dan aku hanya terbatas pada sandaran dunia maya yang kubentuk walaupun salah

ini, itu, dia dan mereka…

tak perduli aku..

yang paling kuingat kau pergi meninggalkanku begitu saja

tersadar.. saya bermimpi

hitam putih





para pemimpin biduan

21 01 2010

padamu kutitipkan salam tentang nelangsanya aku pada akar tahunan kalender jamak

seperti hayam wuruk membenci gajah mada karena membunuh jalur fikiran dyah pitaloka

seperti runtuhnya tatanan bangsa sudra di tangan patih-patih negara india

ingatkah kau meruntuhkan pesan bentuk dan filosofi lama yang kubangun

menjadi sesengsara ini aku merelakanmu pada masa yang belum berakhir di bumi..

padamu bidadari yang selalu menari di panggung hatiku,

dulu, kini hingga aku mengeriput

jangan sebut aku dalam kitab-kitab panggung hidupmu, hapus aku dengan air mata yang telah keluar dari matamu

bunuh semua tentangku pada pola fikirmu

tapi tidak juga aku menemukan hal yang membuat aku membenci dirimu, sedikitpun





The WORLD GREATEST

13 01 2010

I am a mountain
I am a tall tree
I am a swift wind
Sweepin the country

I am a river
Down in the valley
I am a vision
And I can see clearly

If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look’em in the face and say

I’m that star up in the sky
I’m that mountain peak up high
Hey, I made it
I’m the world’s greatest

I’m that little bit of hope
when my backs againts the ropes
I can feel it
I’m the world’s greatest

I am a giant
I am an eagle
I am a lion
Down in the jungle

I am a marching band
I am the people
I am a helping hand
I am a hero

If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look’em in the face and say

I’m that star up in the sky
I’m that mountain peak up high
Hey, I made it
I’m the world’s greatest

I’m that little bit of hope
when my backs againts the ropes
I can feel it
I’m the world’s greatest





padamu, untukmu, dan karenamu…

12 01 2010

saat mata harus terpejam sekali lagi dihamparan semananjung pucuk-pantaiujung sumatera

aku kehilangan kendali akan kau kekasih

aku kehilangan rindu yang kuanggap alkohol 50 % ..memabukkan


atau pada saat aku terbangun dari mimpi tentang mu, aku ingin kembali ke tidurku, untuk bertemu kau lagi kekasih..

jadikan aku sekuat arai memperjuangkan zakiah nurmalanya, jadikan aku sekuat hayam wuruk untuk bertemu dyah pitaloka,

jadikan aku romi saat peranmu menjadi yuli dalam episode kisah kita.

percayalah karena ketika melihatmu, aku melihat sisa hidupku didalamnya…





Tulisan pertama 2010

4 01 2010

ketika kamu tidak lagi masuk ke dalam resolusi 2010 ku, seperti tahun-tahun sebelumnya
ketika aku terdiam seperti membaca kisah cinta hayam wuruk saat semua orang yang pernah kuperkenalkan padamu menanyakan tentangmu padaku
aku gundah gulana, segundah para patih pemerintah yang terbakar amarah sang raja,seperti bahasa pada rentetan apa yang tak pernah kumengerti bahkan sampai saat ini
ketika satu per satu resolusiku kuderet malam ini, aku tak menemukan namamu lagi sama sekali, entah ada badai selatan mana tapi aku masih menanyakan akan ketidak beresan ini pada ruang hidupku

tahukan kamu bahwa aku masih mencintaimu
dalam dan terdiam
tahukah kamu bahwa resep dan ekspetasiku telah kuletakkan padamu, pada hati dan kamu yang telah aku buat sempurna pada cerita mahadewi tatanan kayangan hatiku
tahukah kamu di garis tangan ku ada kamu yang telah lama ditakdirkan pada mukadimah hidupku
tahukah kamu kamu di sebelah cincin yang kubuang dulu, telah kupungut untukmu,
pada resolusi yang mungkin tak pernah ada
pada deretan nomormu yang tak pernah aku tekan lagi di handphone ku dan pada kau yang masih ada
aku rindu fuyunghai..





stop bermalas-malasan

18 12 2009

stop…





kopi+rokok+malam2 sebelum ujian hasilnya=MELOW!!!

16 12 2009

pada masa segelas kopi telah menjadi dingin, tetap aku ingin meneguknya..perlahan

memastikan bahwa rasanya tetap sama di malam yang sama pada saat aku memikirkanmu

“ada masa ketika seseorang keluar dari gubuk yang ditinggalinya untuk pindah keremah yang direncanakannya bertahun-tahun”

“ada masa ketika seorang berdiri di sudut kota tua membaca koran menunggu sang kekasih pulang”

“ada juga masa ketika aku membiarkan semua berlalu sebelum memperjuangkan apa yang baik bagiku

aku takkan mengejarnya, tapi aku akan menunggunya dan memperjuangkannya”..bila benar aku namakan itu jodoh….

kepadamu yang menerima email dariku malam ini..

ada masa aku berdiri dan tak membohongi diri sendiri, tapi jalan tetaplah berliku, arus tetaplah bertukar, dan aku tetaplah tidak menjadi bagian hidupmu…

pada langkah aku yang mulai tegak lagi, dan kau yang semakin menjauh, aku masih berterima kasih padamu karena mengajarkanku makna perjuangan yang lebih besar dari sks kuliah ku.. dan makna bahwa aku hanya butuh sekedar percaya dan tak perlu mencari tahu akan masa depanku…

terimakasih bulan dan bintang yang menerangiku dengan semaramnya

terimakasih cekungak sunda yang mengajariku terbang berdiri

dan untukmu masa depanku, tunggu aku yang berjalan semakin dekat denganmu..

siapapun itu nantinya…