menunggu…

menunggu..
menunggu..

apakah aku akan berhenti pada jalan-jalanku, padahal refleksi matahari belum sampai dikepalaku

apakah aku akan menatap bumi tetap datar sedang aku belum pernah mengitarinya

apakah aku membiarkan darahku membeku, padahal uratnya masih terasa panas..

dalam rintang rapuh, aku mulai menapak pada ranting kecoklatan

tergoyang, tapi takkan hancur

aku rasa semuanya akan menghilang..

aku rasa semua akan menyamarkan dirinya

aku rasa semua akan berhenti pada limit2 waktu yang berhenti

namun tetap akan ada oasis di tengah hidupku yang kering kerontang

aku akan menemukannya

pasti menemukannya

sekarang, nanti atau tanpa batas waktu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s