terimakasih ada

berterimakasih pada masa-masa yang terjalani dulu,

pada ruang-ruang hidup yang membentuk pola fikir sederhana dan semakin tajam

pada setiap sosok yang mendukung dan kemudian menghilang walau tanpa permisi

pada angan-angan yang ingin kujadikan realita, antara bumi, angan dan kejadian yang benar..

bingung saat membuat filosofi hidup ini menjadi nyata, apakah putaranku tetap pada rotasi-rotasiMu khaliku

atau fiksi dan prinsip hidupku akan menjadi algoritma natural yang menjadikan realita tanpa kekosongan

aku ada, tetap dan menghilang pada sisi-sisi hidupku yang berada disebelahku.

kepada kau hai jiwa-jiwa yang bertanya pada embun, aku akan pulang pada khalikKu

aku tak ingin menjadi kering pada lentera-lentera yang akan mati

namun sekarang aku masih berjalan, melihat de javu yang semakin datang pada rentetan hidup satu-persatu

takkan pernah mencari dan menyadari kalo badan, tangan dan seluruh tubuh ini akan segera mengkeriput

karena aku tahu, aku pasti menua

aku rindu padaMu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s