dibalik gedung-gedung

aku lapar…

liat dikaki-kaki gedung sana ada makanan tertumpah

mari ambil pada tong-tong sampah

apa kita masih dicegat tikus jalanan

atau nanti sampah itu akan menjadi hujaman ?

hujaman tajam pada perut-perut kami yang keroncongan

sudahlah jangan membicarakan politik praktis, jangan kau bicara ekonomi liberal

jangan kau singgung-singgung nota-nota perjanjian didepan kami

kami lapar, beri kami sepiring nasi dan secangkir harapan untuk hidup

jangan kau tepikan dengan kacamata hitammu nasibku

aku kurus kering kau gemuk dan  berpenyakitan

kita sama bangsa tapi beda nasib

kau besar aku kecil

kau makan enak, aku makan sampahmu

kau mati karena penyakit aku mati karena keracuanan nasib!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s