surat padamu

padamu kutitipkan banyak nada-nada kesedihan ini

padamu kutitip banyak tangis di bangsa ini

pada mu kutitipkan semua derita dan tawa negri ini

 

kemana aku saat itu, saat kau kelaparan dan hilang jadi yatim

kemana saat goncangan menghancurkan raga-raga kami, menggoyahkan iman-iman kami

adakah surga menemui kami ketika liang kubur menjemput kami

atau semua hanya akan terbakar sampai suatu cerita terhenti dikoran

 

aku tahu kau lapar, aku juga lapar, sangat …

hentikan waktu yang tak menentu ini, sebentar saja, sebentar, ingin aku duduk dan menikmati angin sepoy-sepoy

dan matahari yang tak terlalu tajam.. jangan kau bangunkan aku dulu

jangan jagakan aku dari mimpi ini.

seperti ada jarum yang menusuk tubuhku, ah mampus saja itu hanya nyamuk penghisap darah kotor ku

tersadar aku ada pria berbaju putih berkata, bagaimana luka nya??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s