antara sirocco, bangsa moor dan hembusan angin andalusia..

Every time I think of you
I get a shot right through into a bolt of blue
It’s no problem of mine but it’s a problem I find
Living a life that I can’t leave behind
There’s no sense in telling me… Read More
The wisdom of a fool won’t set you free
But that’s the way that it goes
And it’s what nobody knows
And every day my confusion grows
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I’m waiting for that final moment
You’ll say the words that I can’t say

setelah menyanyikan selirik lagu frente bizzare love , aku teringat pada masa-masa ketika masih di tanah air dahulu

bangun pagi, kuliah, tertawa dengan teman-temanku, menjemput pacar ngobrol dan menghentikan waktu sebentar  untuk sekedar mendengar tawa dan keluh kesahnya dihadapanku,

hmm.. setahun sudah aku tak pulang kenegriku, tak melihat mati lampu dikampung halaman, tak melihat kemacetan dan disertai dengan makian yang membingungkan (ini katanya negara hukum), tak pernah kena tilang karena melanggar lampu merah.. haha

aku rindu dalam hatiku membathin…

titititid

suara email masuk ke laptopku di meja kerja

masih setengah sadar aku mengklik inbox dan membaca email yang masuk, semoga bukan spam yang merusak mood pagi-pagi hanya karena penawaran produk sampah.

andromeda@gmail.com

isinya: aku mengejarmu pada batas hidupku….

wow, siapa ini, maksudnya juga aku tidak mengerti,

haha salah kirim email ini fikriku dalam hati

malam ini seperti biasa setelah pulang dari kampus aku ingin berjalan ke kota, yup bukan karena ada acara apa, namun hanya karena ini adalah jumat sore dan ini jadwalku untuk berjalan keluar kota

dipinggir-pinggir kota paris ada seniman-seniman yang biasanya mengamen dalam tanda kutip, karena dinegaraku mereka adalah seniman bukan pengamen dipinggir jalan, tapi semua menghargai setiap usaha yang ada yang mereka lakukan( maaf melenceng bukan ini maksud tulisan saya)haha

disebelah jalan aku mengetatkan syalku dan sweater tebalku sambil memandang menara eifel, entah sudah berapa kali aku melakukan hal ini, tapi aku sangat suka cara ini, menikmati seni dengan berdiam diri dan memandangi langit paris dari kejauhan dan  berdiri di kaki eifell

sepertinya ada anak-anak indonesia berkerumun di sebelah utara,

haha percaya sekali saya itu anak indonesia, sekumpulan orang asia yang sibuk foto sana, foto sini sembari teriak-teriak kesenangan berada diparis,

saya rindu bangsa saya..tegunku dalam hati

sudah setahun lebih setelah aku mendapat beasiswa untuk menutut ilmu di paris, engineer yang rutin sibuk namun tetap saja kalah pada peradaban teknik bangsa jerman yang sempat menjadi kiblat engineer dunia, keparis saja seperti mimpi anak kecil yang minta ambilkan bintang-bintang yang terang dimalam hari sambil membersihkan ingusnya, seperti tidak mungkin, tapi itulah kenyataanya saya ada disini sekarang..

sambil memasukkan tangan ke dalam kantung jaket aku mendatangi mereka, ya seperti hanya sekedar menyapa sesama indonesia

“hai” sapa ku hangat ditengah kerumunan mereka yang sedang asik dengan camera xlr mereka,

seorang menghadapku sambil ternsenyum menjawab

“hai”

“saya dari indonesia juga” aku memotongnya dengan menjulurkan tangan untuk bersalaman dengannya

“oh ya, saya dari indonesia juga mas”

dengan pembicaraan yang cukup hangat saya mulai berkenalan dengan mereka satu per satu, dokter-dokter muda yang sedang menghabisakan waktu liburan malam, satu persatu berusaha menghangatkan persaudaraan saya berkenalan dengan mereka

ramli, ramli, ramli, ramli..dan terakhir raml…i

” ramliiiiii” teriak salah seorang yang saya salam malam itu di kota paris, sambil memandangi dan berusaha mengenalinya ternyata

BLUb…

saya mengenalnya…

“hai” saya berusaha sangat kalem, bersalaman dengannya, teman kecil ,pacar tepatnya, lucunya bertemu dengan pacar wakti kelas 6 sd di paris, seperti cerita saja..

“kemana saja selama ini”

“apa kabarmu?”

“kok semakin kurus saja”

haha saya hanya bisa tertawa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan retorik darinya, saya baik, selama ini saya kuliah di jakarta dan well, seorang mahasiswa indonesia dengan beasiswa yang pas-pasan mendapat hidup di paris, pasti kurus lah dengan asupan makanan yang jauh dari kata “mapan”.haha

setelah berbincang lama, seperti tanpa disadari kami berdua bercerita sambil tanpa sadar memisah dari kumpulan

“saya minta nomormu, mana tau ada perlu pasti bisa bertanya langsung pada ekspertnya”

“iya” jawab saya sambil tersenyum..

beberapa kali saya berjalan berdua dengannya, bercerita banyak tentang kehidupan, jenjang pendidikan, alasannya melanjut kekedokteran dan nasib baik yang mengantarkan saya sampai ke paris,

saya tidak mengerti ini de javu, atau nasib yang memang membuat saya berkali patah hati sebelum dipertemukan dengan seorang yang saya cintai dan mungkin saja itu dia, saya tak berani berargumen dan mereka-reka keadaan, cuma yang pasti tidak ada yang aslah sebelum

” terima kasih banyak” ucapnya pelan

“iyaaa, saya pulang dulu besok pagi-pagi ada kelas”

‘semangat ya” sambil mengepalkan tangan kanan nya ia memberi saya semangat yang membuat saya sangat bersemangat🙂

haha alasan seorang pria kenapa dengan mudahnya mencapai hasil yang sulit bila dipertemukan dnegan wanita yang dicintainya.

“dia mendekat dan memberi ciuman di pipi saya”

ow syet!!!!! saya patah arang, mungkin baginya hal yang wajar tidak bertemu dengan teman lama yang sudah menemaninya beberapa hari diparis, but for me..

anugrah!!!!

nerd, yup mungkin kebanyakan bergaul di laboratorium dan penelitian akan membuat anda sangat nerd(pembelaan lagi) :))

saya diam, dan berlalu, seharian semalaman memikirkan tentang dia, dia, dia, dan dia, yang sedang tidur pulas tanpa berfikir apa-apa

aku mulai mempertanyakan isi hatiku pada diri sendiri dan padanya, apa yang salah diantara kami, atau kah ini cuma efek sesaat karena sama2 jauh dinegri ornag , atau seperti efek newton II, dan dopler yang membuat benda bergerak, ingin aku memberi momentum yang cukup untuk membuatnya goyah dan sadar aku benar-benar menyukainya.

disebelah cafe tempat ia berkumpul aku berdiri dengan bunga mawar merah yang waktu SD juga pernah kuberi padanya, tapi kali ini asli bukan bunga dari pot ibu yang kucuri, mengirim message via telfonnya, dan menunggunya keluar

dia keluar, sweater biru muda, syal biru, dan converse hitam, semua yang ada padanya mengisyaratkan aku tentang cerita bagaimana cupid memanah tepat sasaran atau bagaimana aktor film shooter menembak dari jarak 400 mil, dan membunuh tepat di jantung, saya benar-benar merasa menyukainya…sangat

“ada apa tanyanya pelan”

aku diam, seribu bahasa, seperti anak yang baru dicabut giginya dan hanya menggerutu dalam hati…

“ramli, ada yang penting..??”

“hmm, cuma ada yang mau dibicarakan” ucapku perlahan.

“iyaa, apa”

haha, aku tertawa didalam hati, dua individu berbeda yang dengan profesi berbeda saling mengadu ilmu siapa paling mampu bertahan dengan keegoisan dan kekeraskepalaannya, saya engineer, dia paramedik, biasa hidup susah, biasa tidak tidur berhari-hari tapi saya paham mereka diajar bagaimana menghadapi berbagai macam jenis manusia, saya? diajari menghadapi berbagai macam masalah teknik dan programing dan bukan manusia, kalah TELAK!

“saya menyukaimu” ujarku

paling tidak saya berani menghadapi dan mengalahkan diri saya sendiri untuk hal ini, maafkan aku, fikirku dalam hati,

“saya tak perlu jawaban” sambil memberi mawar itu kepadanya kami saling melihat seperti saling beradu argumen

iya atau tidak, kiri atau kanan, sekarang atau nanti, tidak atau tidak sama sekali bahkan hitler atau berlusconi mungkin

lama bertatapan dan saling diam, aku mengalungkan syalku padanya didepan apartemen yang mulai membeku,berbalik arah dan

sambil menutup dan mengetatkan jaketku aku berujar

“paris aku rasa aku jatuh cinta lagi….”

meninggalkan dia yang terkejut dan belum sempat menjawab apa-apa

“enough, enough…cukup…” aku menghilang di malam kota paris lewat seberang gang diseblah cafenya, terakhir disudut jalan masih kulihat ia masih terdiam tak bergerak. seperti angin andalusia yang menghantam bangsa moor di tanah sirocco.. membeku!


One thought on “antara sirocco, bangsa moor dan hembusan angin andalusia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s