kaca jendela yang hampir pecah

desemberku tetap biru

tanpa kelabu..

dalam pecahan masa lalu ternyata aku menemukan mu pada sisi bayangan yang hilang, pada serpihan kaca yang tak sempat dibersihkan

antara aku, kau, dan pola pikir yang berlainan.. aku berani berkata tidak..

hari yang cukup melelahkan untuk dijalani pada akhir tahun, baru sehari saya pulang dari bandung dan bisa tidur di kamar dikotaku, di komplek rumahku, dirumahku, dan di kamar 3 x 4 ku yang sudah (amat) sangat berubah..

sangat capek hari ini setelah sampai, langsung melakuu=kan hibernasi di kamar 3,25 kali 4,3m ku..(berusaha menghitung sesuatu secara real paradox)..

banyak yang berubah di ruangan ini, tempat tidur yang menyatu di lantai seolah itemku yang paling setia, dengan tivi 14 inci didepan jendela, PC ku di sebelahnya, kumpulan anime dan gundam yang telah menkritiskan uang tabungan dari dulu dan lemari pakaian , yang hampir tidak ada lagi pakaianku didalamnya…

“makan duluuu” teriak ibu dari dapur

“iya…” seperti biasa mengiyakan bukan berarti meng-iya-kan , hanya sekedar mengatakan iya agar ibu trak lagi memaksa untuk makan..haha

standar sekali jawaban saya dengan saya yang  5 atau 10 tahun lalu, memang orang takkan banyak berubah dalam 5 tahun kecuali buku dan orang-orang disekelilingnya..

gerah.. masiih tetap dalam posisi gerah kamar ini, mencoba mencuri ac dari ruang keluarga dan menyalurkannya kekamarku yang kecil, memutar kipas angin kecil.. semoga tidak banyak berubah..

*teeedd teeeeddd teeedddd

handphone bergetar.. siapa ini,

:RSS calling:

ditelfon pacar pada saat yang cukup tepat untuk mengistirahatkan badan sedikit bercerita banyak dan akhirnya saya pasti tertidur meninggalkan dia yang selalu kesal karena saya sering tertidur kecapean kl dia sedang menelefon

bla.bla.bla

menceritakan banyak hal dengannya,

“abang saya baru balik dari palembang”

abang sudah dirumah?sudah makan belum, sudah baca email saya?”

pertanyaan-pertanyaan yang rutin dipertanyakan kepada saya, dan selalu saya jawab iya-iya-iya

haha

sabarnya kamu menghadapi aku yang banyak tidak perduli pada diriku sendiri, kecuali pada papper, dan pekerjaan ku yang selalu menumpuk, sabarnya kamu saat aku hanya punya hari minggu untuk jalan dengan m,u, hanya punya waktu beberapa menit untuk menerima telfonmu dan bicara padamu, sabarnya kamu saat aku sering tidak tidur 44 jaman kau selalu diam-diam menitipkan susu atau vitamin dan makanan kekosan ku..

:adek kuatir:

itu selalu alasanmu..

terkadang saya bertanya yang lebih tua siapa ya,maafkan saya (haha, entah sudah permintaan maaf keberapa ini keluar kepadamu)

but, ill give u loyal.. selalu itu tegunku melihat kesabaranmu pada hubungan ini..

setelah bicara sejaman dengan pacar, mata tidak juga berkorelasi dengan badan yang lelah..

melihat jam masih jam 2 siang, membuka facebook, email, ym sebentar dan teringat pada buku perahu kertasnya dewi dee yang belum sempat terbeli..

“ibu aku pergi dulu…pinjam mobil..”

“makan duluuu” triak ibu dari ruang makan dibelakang, tapi saya lebih cepat menyambar kunci mobil, dann topi entah punya siap dimeja ruangan keluarga

menghidupkan mesin dan mulai tancap gas keluar rumah, sampai tak sempat menutup pagar, agar tak tertahan dengan pesan dan wanti-wanti dari ibu..

berjalan menuju jalan sudirman dikotaku, memutar ke toko buku gramedia, mencari perahu kertas dewi dee untuk membuang waktu beberapa hari ini

memarkir, dan bergegas ke lantai 2..berharap bertemu dengan teman-teman smu yang sudah sangat lama tak bertemu, bicara banyak, konyol2an dan berdamai di rumah makan di depan smu..haha

ketika melihat buku-buku fiksi, aku iseng untuk membaca buku kedokteran ingin mencari tahu tentang perihal pola makan dan gizi.. tak disangka aku bertemu teman disana,

“haii..”

“hai , apa kabar”

bicara ngolor ngidul tidak jelas dengannya, sudah 5 tahunan tidak betemu celakanya aku tak bertanya dia dengan siapa, pertanyaan yang seharusnya aku tanyakan ,sebelum mencari langkah seribu untuk menghindar dari temannya yang sudah memporak-porandakan hidup dan hatiku dulu..

berbalik aku beradu mata dengan wanita yang sama dengan dugaanku

menderita keram otak tiba-tiba, antara aku dan dia hanya berpandangan pada jarak 3 meteran, seolah punya kesibukan yang amat sangat tak bisa diganggu, saya seperti seorang link oil di freeport yang bekerja tanpa boleh bicara dan lepas dari gangguan..

padamu, masih ingat aku tragedi kau yang menghancurkan rekaan alfabetku dibawah kosanmu 1 tahun yang lalu, ingat aku bagaimana menata kembali semua dari awal, ingat aku bagaimana memulai sesuatu yg harus dimulai dari awal…runtuh pada fikiran dan perkataan

tapi dibalik itu semua saya berubah, menjadi lebih teguh pada fikiran, mapan pada rencana dan lebih wise dalam menghadapi semua..

mungkin kamu juga merasakan yang sama denganku pada jarak kita ini..

hanya tersenyum kecut dan kecil ,mencoba menghindar.. kau menghindariku, aku menghindarimu.. tapi sayang kita pada zona 4 dimensi yang sama, pada rentang akurat yang tak berbeda..

sambil tersenyum aku padamu, menuju kasir dan membayar

ada seribu satu keinginan untuk bicara denganmu

untuk bertatapan dengan matamu yang 2 tahunan dulu menjadi prioritas dalam hidupku

untuk memperjuangkan cinta yang pernah hilang antara realita dan kita

memperjuangkan kita yang pernah gagal pada rangkaian waktu dan ruang yang telalu jauh..

ingin aku menyapamu, bicara dan memperjuangkan hatimu lagi..

tapi ternyata semua sudah berubah..

sambil membuka dompet untuk  membayar, terlihat aku foto dengan pacar yang disana, sambil tersenyum

aku berkata dalam hati

“ill give you loyal” dan berlalu

entah apa yang difikranmu, tapi masa kita telah padam ternyata, usahaku yang dulu telah padam dengan penolakan

seseorang telah membakarnya perlahan, dan untuknya yang sedang di palembang menghabiskan liburan..

tetap percayalah pada konotasi dan denotasi bilangan logit binomial kita..

takkan sama..

(jenis: fiksi)


4 thoughts on “kaca jendela yang hampir pecah

  1. Robby…..
    lagi di pekanbaru yah? senangnya. ketemu teman SMA kitakah di gramed? hehee..
    pertama kali berkunjung ke blog Robby nih. kereen. bagus nyeritainnya. jadi terinspirasi..😀

    berkunjunglah ke blog ajeng yah..😉

    1. ajenkk: hehe., ini cerita fiksi semua, berencana perlahan membukukannya, untuk konsumsi pribadi ..saya masih dibandung..^^

      1. oh.. fiksi tho, bukan true story..?😀
        iya, by, dibukuin aja. kalo perlu untuk konsumsi umum sekalian. ajeng suka cara Robby nyeritainnya..

      2. nggak tau jenk.. masih pengen nulis2 aja, berlindung pada sisi lain dunia kerjaan..hehe
        makasi ajeng…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s