Tulisan pertama 2010

ketika kamu tidak lagi masuk ke dalam resolusi 2010 ku, seperti tahun-tahun sebelumnya
ketika aku terdiam seperti membaca kisah cinta hayam wuruk saat semua orang yang pernah kuperkenalkan padamu menanyakan tentangmu padaku
aku gundah gulana, segundah para patih pemerintah yang terbakar amarah sang raja,seperti bahasa pada rentetan apa yang tak pernah kumengerti bahkan sampai saat ini
ketika satu per satu resolusiku kuderet malam ini, aku tak menemukan namamu lagi sama sekali, entah ada badai selatan mana tapi aku masih menanyakan akan ketidak beresan ini pada ruang hidupku

tahukan kamu bahwa aku masih mencintaimu
dalam dan terdiam
tahukah kamu bahwa resep dan ekspetasiku telah kuletakkan padamu, pada hati dan kamu yang telah aku buat sempurna pada cerita mahadewi tatanan kayangan hatiku
tahukah kamu di garis tangan ku ada kamu yang telah lama ditakdirkan pada mukadimah hidupku
tahukah kamu kamu di sebelah cincin yang kubuang dulu, telah kupungut untukmu,
pada resolusi yang mungkin tak pernah ada
pada deretan nomormu yang tak pernah aku tekan lagi di handphone ku dan pada kau yang masih ada
aku rindu fuyunghai..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s