Simpan HandPhone-mu untuk sementara waktu

Realized, bahwa di dalam trend hidup sekarang sedang terjadi demam gadget, gadget menjadi kebutuhan pokok yang notabenenya seperti nasi dan air bagi banyak orang, akan sangat berbeda ketika sesorang tidak bisa mengakses dunia maya dari gadgetnya untuk sekedar membaca berita, mengirim email, membaca blog, update status atau apalah itu yang dianggap bisa membunuh waktu dan tetap on the mood. Dari banyak sisi saya juga seorang pecinta gadget, dari handphone, ipod, ipad, laptop, komputer, jaringan internet, jejaring blog, facebook, twitter, skype atau hanya sekedar yahoo messager untuk membagi cerita dengan rekan, berkirim email untuk tugas kuliah, kerja dan kebutuhan lainnya. Saya benar-benar menjadi bagian orang yang “tidak bisa hidup” tanpa mengakses gadget sekarang.

Namun ada yang berbeda beberapa saat terakhir ketika demam BB dan kawan-kawannya melanda indonesia dengan adat timurnya, saya melihat sesuatu dari sudut berbeda. Terjadi pergeseran budaya yang konteksnya cukup rumit dan dipandang menjadi bagian yang rumit (tidak terpisahkan. red) dalam kehidupan sesehari ribuan orang. tak ada yang salah sepertinya ketika kita, saya dan anda berjalan sambil memegang hape dan mengutak-atiknya, atau sambil mendengar ipod dengan memasang volume yang membuatmu masuk ke duniamu..

Di balik realitas yang berkembang dari puluhan juta pengakses internet mobile sadarkah saudara telah mematikan nilai-nilai “ketimuran” kita yang sebenarnya amat sangat dikagumi oleh banyak orang londo sekalipun, dimana-mana gampang sekali melihat beberapa orang yang asik dengan dunianya sendiri dari handphone atau gadget yang dimilinya, ada yang salah? Saya rasa tidak, tapi sadarkah ketika orang mulai mengakses internet di tempat belanja sambil membayar, tidak lagi memperdulikan orang yang tersenyum padanya, tidak lagi mengucap salam dan terimakasih kepada lawan bicara atau penjual atau kasir sekalipun karena “terlalu sibuk” dengan gadgetnya, atau tidak lagi peduli dengan lingkungan sekitar karena asik dengan gadgetnya, tidak lagi memperhatikan dosen, guru yang berbicara didepan karena lebih asik dengan gadget dibanding dosen yang sedang mentransfer ilmu, atau tidak lagi sempat berbagi banyak hal dengan orang secara realita karena merasa cukup dengan menggunakan teknologi di handphone atau gadget.

Simpan sementara handphonemu, ketika kau berbelanja hanya untuk sekedar membayar ucapkan terimakasih dan senyuman pada orang yang menyapamu, simpan dulu handphonemu ketika di kelas, karena kau akan menghargai dosenmu dan gurumu sekalipun kau tak mendengarnya dengan baik, simpan dulu handphonemu untuk sejenak dan sementara waktu untuk sekedar menggali bahwa perlahan dan secara realistik sapaan hangat dengan anggota keluarga, teman, sahabat dan saudara telah dijajah royalti konektivitas dunia maya.

karena saya rasa budaya kita untuk tetap saling memperdulikan orang disekitar kita itu penting


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s