dimensi kita yang tak sama…

saya mengartikan ini sebagai takdir,

takdir dimana ragaku dan ragamu tidak bisa lagi bertemu pada cerminan 2 dimensi

takdir dimana aku berdiri di lembah menunggu detik terakhir kepergianku,dan kau berada di puncak2 yang entah dimana letak koordinatnya

tapi taukah kau jam dinding yang sengaja kumatikan diruang kamarku yang pengap dan bau busuk kesendirian

tentang didinding kamar yang kutulisi namamu, figura foto yang menua yang menjadi pertanda begitu lama aku menyimpannya

kau berkebaya ungu dan aku berbaju merah lengkap berdasi, memegang tanganmu erat

diujungnya ada sobekan pertanda ketuaan fotomu dan fotoku,

tanda kita pernah beradu kasih dan cinta

tanda tangan kita pernah saling memegang erat

kubur dalam-dalam cintamu padaku kekasih

karena masaku dan masamu sudah berakhir..

tapi wangimu masih aku ingat kekasih, vanilla, dengan sedikit aroma segar

tapi senyummu masih aku ingat kekasih..

dalam dan membuat aku menghentikan jantungku untuk beberapa detik lamanya

tapi matamu masih aku ingat kekasih

sayu dan penuh arti

cukup aku yang mengagumimu, dengan cintaku yang tak sempurna, karena bagiku ketidaksempurnaan menjadikanku petualang yang terus memiliki kisah mu untuk aku tulis disini…

aku mungkin kalah oleh takdir, tapi tulisanku takkan kalah oleh apapun

karena ketidak sempurnaanku kau buat sempurna, perlahan dan pasti dan menjadikan ragaku yang kesepian memiliki teman untuk bercerita tentang in semua.

(saya belajar menulis kisah cinta (lagi))


One thought on “dimensi kita yang tak sama…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s