kita..

setahun setelah menelfonmu dan berakhir dengan amarahmu, aku berhasil menyelesaikan penelitian ku di negri nipoon ini, negri tempat asal bangsa ini disiksa 3,5 tahun tanpa menghasilkan kebaikan apa-apa, hanya lukanya yang pun belum sembuh sampai sekarang, di bandara cengkareng aku siap2 untuk keberangkatan berikutnya kota ku, dalam fikiranku hanya ada kerja, penelitian, mencari uang dan semoga menemukan pengggantimu di tahta-tahta hatiku..semoga. cukup sudah 3 tahun belakangan dalam hatiku membathin.

sambil membawa koper aku berjalan menuju transit zone, next destination: sumatera, sungkeman pada orang tua sebelum kembali bekerja dijakarta,tiba-tiba seseorang memegang bahuku dari belakang,mungkin orangyg salah sepertinya, aku bergumam sambil mengeraskan volume ipodku, namun sekali lagi ada yang menyentuh bahuku dan menariknya keras, aku menoleh..

betapa terkejutnya aku saat itu, seperti pecah, hilang arah dan tanpa tenaga melihat kau berada didepanku, berdiri anggun dan sangat mempesonaku.

katamu:

“hai”

aku cuma bisa diam sambil membenarkan letak kacamata dan tabung-tabung gambarku dibahuku, aku tak bisa bicara apapun.

“kok diam?”

tahkah kau ingin aku bicara 2 kali lebih lama dari semua seminar yang pernah kulakoni, ingin aku bicara 2 kali lebih lama dari semua kuliah yagn pernah kubawa, ingin aku lebih lama 2 kali dari apapun yang tak pernah ingin kulakukan.

“hai” jawabku

.. sambil tersenyum, kau tetap terdiam, aku terdiam seperti ada yang salah yang membuat kita duduk dikoridor yang salah dibandara ini, tanpa bicara tapi hatiku terus bergumam, tiga tahun aku jauh untuk mu, dan kau tak memperdulikan aku semua seperti tertata rapi dalam ingatan ku  dari mulai aku meninggalkan jakarta, tokyo, hirosima dan akhirnya kembali ke indonesia, aku ingat semua. tanpa banyak bicara kita menghabiskan 30 menit untuk saling diam, aku pegang tanganmu tanpa perduli apapun lagi..

aku bawa kau ke tempat transit pengambilan tiket. tanpa banyak bicara juga kau mengikut sambil membawakan beberapa tabung gambar ku, lalu memesan tiket: sumatera 2 keberangkatan pagi ini ! kau tetap diam. sambil berlalu untuk check ke terminal keberangkatan aku berbisik,

” aku menunggumu 3 tahun ”

kau pun berbisik

“aku juga..”

aku diam, kau diam,

aku berbisik: “aku …. aku…’

kau memegang tanganku keras sambil berkata  “jangan pernah tinggalkan aku lagi”

aku terdiam dan berkata:

“aku akan menikahimu”

kau tak bicara hanya mengangguk sambil meneteskan air mata, air mata yang sama yang pernah kau teteskan ternyata ketika aku berangkat ke jepang, ketika aku hanya bisa menelfonmu sebulan sekali, ketika aku terlalu sibuk dengan laboratorium dan membuatmu tersiksa, air mata yang sama ketika kau tahu aku akan pulang ke indonesia hari ini dari ibu, dan air mata yang sama ketika aku berkata akan menunggumu 3 tahun yang lalu,

aku takkan meninggalkanmu lagi, sambil memegang tangan nya erat kami berjalan kepesawat tujuan: sumatera!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s