layar datar cintamu…

Rhuel, german pagi ini..

dingin menyeruput di kulitku, walau sudah memakai baju berlapis, plus jaket, plus syal plus kopi hangat masih terasa menjemukan, dinginnya menyakitkan.

saya di apartemen dari  pagi ini, tidak kemana mana dan mungkin untuk beberapa waktu tidak kemana-mana, musim dingin membuat saya speerti beruang kutub yang enggan keluar dan akan berhibernasi dalam beberapa minggu ini.

aparteman yang tidak begitu besar yang lebih tepat seperti sebuah kamar kos kalau di-indonesia, satu kamar mandi kecil, satu kamar tidur dan satu dapur tempat saya meracuni diri berkali-kali. kamar yang sudah saya huni 2 tahun belakangan ini, di depan tempat tidur ada meja kerja saya, yang dipenuhi dengan buku engineering, foto keluarga, klip-klip kerjaan yang menumpuk, beberapa puntung rokok di asbaknya, laptop, printer dan lampu belajar yang saya buat menumpuk di buku-buku tebal yang saya beli namun  jarang saya baca karena berbahasa jerman. dan satu foto yang sudah berdebu..sudah lupakan lah foto itu tidak usah dibahas..

dan disebelah jendela masih ada foto lain yang berdebu, oke oke

saya tidak tahan untuk tidak bercerita, itu foto pacar saya , mantan pacar saya tepatnya..

saya putus dengannya karena harus melanjutkan kuliah ke german, tidak ingin memperpanjang masalah saya yang sudah panjang akhirnya saya dan dia berpisah secara tragis setahun lalu lewat ym..tragis, at least saya hanya bisa mengambil tisu dan melapkannya ke arah monitor laptop, setelah melihatnya menangis di indonesia yang berjarak ribuan mil, namun saya bisa apa.. saya hanya bisa bilang iya , ketika dia terisak menangis dan berkata “kerinduan itu lebih menyakitkan daripada pengkhianatan”  saya dan dia  mengakhiri ini dengan tidak indah

saya sedang menyelesaikan disertasi saya disini dalam satu tahun terakhir

tergolong mahasiswa miskin disini yang hidup dari beasiswa bpps pemerintah indonesia yang selalu kurang untuk ukuran penelitian dan hidup di jerman, sisanya saya menghabiskan waktu untuk mengambil menjadi tenaga engineer di perusahaan konsultan di german, saya miskin waktu dibuatnya, terkadang hanya tidur 3 jam perhari..  membuat badan saya memberontak dan berkali-kali terkena gejala typus, namun yang saya tahu hidup itu perjuangan, hidup itu lebih dari bangun, tidur, menyelesaikan kuliah, dan menikah.. tapi hidup itu matematis algoritma yang tersusun rapi, terencana dan terkadang tidak terhingga dalam mekanisme hitungan.

setahun belakangan saya hanya dimakan waktu, dibunuh ketakutan dan disuntik mati oleh rasa malu dan bersalah.tidak bisa memperjuangkannya

saya menggantikan mu dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya, tanpa social intersest yang baik, saya tidak lemah cuma ingin menikmati waktu sendiri tanpa ada kamu..

tapi sadarkah kau kekasih sekuat saya ingin melupakanmu sekuat itu saya selalu teringat padamu, bayangan yang sama yang terbit ketika saya berusaha menggantikan posisi mu dengan teman wanita saya lainnya, saya dihantam sepi dirundung rindu yang menguat seiring setahun saya disini…

menutup jendela apartemen tanpa mendapatkan apa-apa hari ini, menutup kamar, mematikan lampu dan bersiap untuk kembali ke selimut tebal saya, tiba-tiba telfon saya berbunyi…

saya tak ingat ini nomor siapa, tapi dari jakarta +621939xxxx siapa yang bisa menghubungi saya dari  indonesia kalo bukan sesuatu yang penting, ibu, kantor saya di surabaya atau kedutaan , tapi ini jakarta

saya:

“halo, selamat malam”

tapi tidak aja jawaban dari yg menelfon, saya mencoba berkali-kali dan memanggil lebih kuat dan tetap tidak ada jawaban darinya, tapi pelan-pelan saya mendengar seorang wanita terisak tangisnya, pelan tapi saya tau itu menyakitkan”

saya cuma diam, saya tau itu siapa, saya tau itu pemilik hati saya yang kembali menghubungi saya setelah setahun belakangan ini  kehilangan kontak, bahkan saya di remove dari facebook, dan di unfollow dari twitternya hanya karena ingin melupakan saya, saya tau saya terluka, tapi yang saya lebih tau dia pasti merasakan yang lebih menyakitkan dari yang saya rasakan..

“heii”..saya mulai bicara perlahan”

akhirnya setelah berjuang untuk memberhentikan tangisnya, dia berkata

“kamu sudah makan?”

“sudah…”saya diam dan berfikir, apakah dia hanya ingin bertanya itu kepada saya disini, saya  ingin berhenti untuk diam ,saya ingin bertanya apa kabarnya, bagaimana kerjaannya, bagaimana hidupnya, bahkan saya seterusnya ingin bertanya apa daia sudah punya pengganti saya atau belum, ringkas dan sederhana tapi tak keluar sepatah apapun darimulut saya.

“saya rindu” tiba-tiba dia bicara…

“saya sakit rindu, saya tunggu kamu pulang ke indonesia, saya sayang sekali sama kamu…” dan dia mematikan telfonnya

saya kenal dia bertahun-tahun tak seperti basa dia hanya berbicara satu patah dua patah kata, saya kenal dia seorang yang memiliki kemampuan berbicara lebih baik dari saya.

seperti bergejolak, bertanya, berfikir dan memberanikan diri

“saya mengirim message singkat untuknya, saya pulang bulan depan ..”

dan dia membalas

“love you’

ringkas padat jelas dan menjawab semua pertanyaan saya terhadap semuanya

taukah kau sahabat? teka-teki ini lebih rumit dari pada saya mengerjakan proses simulasi transportasi, lebih rumit dari algoritma genetika dan teori antrian dan policy yang saya pelajari di jerman.

dan yang saya pasti tahu, hati saya cuma satu dan telah dimilikinya. bagi saya rhuel-jakarta tak lebih jauh dari jakarta bandung, tak lebih lama dari cengkareng-bogor, bagi saya tak ada yang tak mungkin untuknya.

saya mungkin tak perduli, mungkin saya akan bangun lebih pagi

bekerja lebih lama..

makan lebih sedikit dan berdiri di kampus untuk meneliti lebih lama

saya sangat tidak perduli

yang saya tau saya ingin menembus ribuan mil dari kamarmu ke apartemenku

melewati dinding kaca lcd monitor komputermu dan lcd laptopku

berdiri dua arah dengan dimensi yang sama

dan memegang tanganmu pada ruang yang pasti ada, sambil memastikan ada cincin di jari manismu sebelah kiri…

dan itu cincin dariku..

*untuk seseorang yang menghabiskan waktunya beberapa hari ini dengan saya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s