Finally update blog lagi
Hari menjelang saya berangkat lagi kebandung, disini sudah hampir 3 minggu, mengerjakan beberapa data, mondar mandir sana sini untuk menghubungi dinas perhubungan kota, propinsi sampe akhirnya berangkat ke pelabuhan di dumai, masuk ke ruang tunggu bandara dengan proses yang 3 kali lebih lama dibanding berada di dalam untuk mensurvey para penumpang, tapi masih sekedar bersyukur masih diberi pekerjaan di sela-sela mulai kuatir memikirkan judul tesis yang sampai sekarang belum terfikir..
Pekanbaru cerah setiap harinya, dingin diwaktu setelah diguyur hujan, tidak banyak kemacetan, beberapa gedung besar yang cantik dan jalanan yang masih dalam kondisi sangat baik, dalam beberapa kesempatan saya menyempatkan bertemu dengan rekan-rekan lama waktu smu, sekedar berbincang, berbicara sampai tertawa terpikal-pikal. ya mungkin saya tak bertemu dengan mereka hamper 2-3-6 tahun. Tapi tak banyak berubah, tetap teman yang menyenangkan.

Malam minggu pertama sendiri di rumah, memang sengaja Cuma membantu membersihkan rumah, menyuci mobil, membakar barang bekas dan mengutak atik computer saya yang lama di kamar.. tanpa ada niat kemana-mana, sampai akhirnya jm 9 malam teman menelfon dan mengajak keluar.. seperti ayam lepas dari kandangnya, mengambil kunci mobil dan tancap gas ke sudirman tempat dia menunggu. Berbicara panjang lebar dengan teman yang dari dulu menjadi tempat saya cerita begitu pula dia, ditengah perbincangan sayang sudah berjauhan, dia praktek dokter gigi di perawang dan saya melanjutkan studi di bandung. Tiba-tiba mengajak untuk ke rumah teman dekatnya karena ada barang yang tertinggal di mobil si teman tadi siang, saya terkejut mendengar nama temannya tersebut yang adalah mantan pacar saya waktu dulu. Tidak baik juga saya sebut siapa namanya. Cukup meyakinkan, ya saya sudah tak bertemu dengannya 3 tahun lamanya, dan saya sudah berpacaran hampir 3 tahun juga dengannya.
Melaju dan akhirnya saya berhenti didepan rumahnya, memarkirkan mobil, teman saya langsung ngelyor masuk kerumahnya, tanpa basa-basi meninggalkan saya dimobil sedikit sungkan.
Saya bukan ingin membuka kisah lama dan menceritakan kembali, tapi saya hanya ingin membagi bagaimana menyelaesaikan suatu hubungan dengan baik dan kepala dingin, setelah putus dengannya 3 tahun lalu, saya dan dia sama sekali tak pernah bertemu lagi, tak juga saling bersharing kabar.
Mungkin dia masih marah pada saya dan saya jug sebaliknya. Emosi selalu lebih tinggi dari rupa-rupa kebenaran itu sendiri.
Saya Cuma pernah di telfon sekali dan itupun ta baik-baik.
Masuk ke rumahnya dari samping, saya mengikuti dari belakang, menuju pintu rumahnya, saya melihatnya lagi malas-malasan di kursi, yang pasti dia berbicara tanpa melihat kedatangan saya, tepat ketika saya menyapanya “hi” dan saya tau dia terkejut, langsung duduk dengan posisi formal kantoran, bingung dan matanya seperti kelabakan melihat saya didepannya, setelah 3 tahun tak pernah bertemu, sedikit basa-basi akhirnya dia mempesilahkan saya duduk, saling beradu pandang, saya tau dia masih shock, sedikit tampak dari wajahnya, saya? Biasa cengar-cengir tak jelas. Tak banyak yang berubah, saya dan dia. Tetap seperti teman smu yang akrab dari dulu, dan akhirnya canggung pun sirna.
Tak banyak bicara, saya dan dia hanya berpandangan dan saling melempar senyum, sesekali tertawa, sesekali menyalahkan. Seperti anak kecil.
Sesekali pandangan saya dan dia teradu dan mulai membuang satu sama lainnya, teman berada di tengah seperti wasit yang memperbolehkan sesuatu pertadingan dilajutkan atau tidak, selama 45 menit kami tak bicara, saya bicara pada teman saya dan teman saya bicara dengan dia, saya dan dia? Hanya tersenyum dan tertawa kecil
Saya sudah habis dengannya, tapi yang pasti saya tetap menghormati semua itu, kamu yang pernah menjadi bagian hidup saya senang atau sedih dahulu, kepingan itu telah hilang, yang ada Cuma penggalan tentang sahabat yang sudah lama tak bertemu, tanpa rasa cemburu, rasa sayang, dan rasa cinta.
Berakhir juga akhirnya dan saya menyalamnya dan berkata

‘sukses ya kerjanya dan semuanya” sambil memegang kepalanya seperti biasa yang menandakan seperti kakak terhadap adiknya yang paling kecil.
Saya berlalu di malam itu, malam yang sama 6 sampai 3 tahun lalu dijalan yang sama, dengan kondisi berbeda, saya senang melihatmu, dan yang pasti saya senang melihat teman saya bahagia..

Itu memang sudah berakhir dan berakhir dengan sangat baik

Memiliki hubungan baik dengan mantab itu menarik ternyata. 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s