saya mengkritik sedikit tajam

Pagi tadi saya berangkat ke jakarta melakukan survey dan inspeksi lapangan untuk feasibility study pembangunan jalan layang di kota tua jakarta dari lab itb,

berjalan mengelilingi jakarta, ibukota dengan gedung raksasa yang tampak megah melawan langit, mencakar dan menunjukkan keperkasaan si ibu kota sambil menunjukkan keangkuhan dan kekokohannya

macet dan panas menjadi parameter utama ibukota, sesekali sirene polisi yang mengawal para pejabat lewat dan melintas tanpa terkena traffic.

saat saya mulai mengelilingi jalan sekitaran kota tua jakarta sampai bawah jalan tol pelabuhan, dilanjutkan dengan berjalan kaki karena mobil tidak bisa masuk ke jalan setapak milik entah  siapa, kita sebut saja milik masyarakat atas nama pemda DKI.

mungkin anda, kita dan saya seadanya melihat kehidupan bawah kolong jembatan hanya dari berita dan tv, koran mungkin,  tentang kehidupan masyarakat yang memparasitkan diri dari tiang-tiang kokoh jembatan layang dijakarta, berbatasan dengan kali yang baunya sudah menyengat. membalah hari dengan membagi lapak dengan ratusan keluarga lainnya yang hanya dibatasi tempat tidur yang menamakan teras pemisah.

“ini polusi” hardik saya dalam hati

saya berjalan perlahan mengitari wilayah mereka, bau, kotor,dan menyengat , juga banyak anak-anak kecil, bayi, orang dewasa, dan orang tua

bahkan terlalu bisa untuk disebut kampung tempat mereka tinggal sekarang, “kampung bawah jembatan”

sepanjang jalan melihat tempat tidur mereka, disebelahnya tempat mencuci, disebelahnya tempat mereka makan, tidur bahkan buang hajat saya rasa.

berjalan membelah permukiman “elite” mereka sambil menyalakan kamera saya perlahan, mengambil keabadian kemiskinan KITA, pria paruh baya mandi di tengah-tengah, dengan anak dan ibu yang duduk di tempat tidur mereka, yang beratap badan jalan layang, dan beralas tanah kotor dan bau busuk.

selama berjalan saya melihat banyak anak kecil, bayi yang digendong ibu mereka, melihat anak-anak kecil yang kadang jelas berkata

“boro-boro sekolah kang, saya makan saja sulit..:( ”

saya cuma tersenyum kalo membaca tulisan dan blog dan sindiran kepada penguasa tentang ini dari dulu,cuma sekedar mengingatkan bahwa mereka itu anak kita juga, anak bangsa ini juga, tanggung jawab kita juga

tak salah bila kejahatan memang menjadi jalan satu-satunya melanjutkan hidup, mengisi perut yang tak lebih seukuran jengkal.

Tahukan kau mereka lapar

tahukah kau mereka butuh pekerjaan, butuh susu anak mereka

butuh baju yang layak,

atau butuh jamban yang kau tipu dari janji-janjimu

surat terbuka, kritik tajam, atau apapun saya yakin tak akan merubah apapun, takkan merubah mereka yang tetap akan terus kelaparan, kemiskinan, pengangguran

cacat moral, sifat, bahkan panganan

salah mereka? saya rasa tidak..sama sekali tidak

sadarkah kita, ini tanggung jawab kita,tanggung jawab anda yang berdasi dan kita yang memiliki sesuatu yang lebih

janjimu tinggal janji

kau janji hari ini besok pun tak kau penuhi

kau kira perut ini sama seperti jamban yang bisa disiram esok hari atau kapan-kapan

kau pikir ini bangsa hanya untuk gedung-gedung besarmu, atau dasi manis dan sepatu mahalmu

atau camry dan alphardmu yang membelah kota-kota sambil bercerita tentang pertumbuhan ekonomi

mereka tak butuh pertumbuhan ekonomi, mereka tak butuh inflasi kamuflase mu

mereka cuma butuh nasi 3 kali sehari, jamban yang bersih dan rumah papan yang layak

untuk sekedar tersenyum dan melanjutkan hidup

mereka bukan binatang buas pengkriminal yang dilahirkan dari hades..

itu cuma proses kawan, cuma nasib kau dan aku yang dilahirkan di keluarga yang lebih baik

dan ini tak hanya cerita tapi tanggung jawab!!!!

cepat lah kaya, dan bantu mereka! bila itu panggilan mu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s