jingga (bag.1)

saya tak ingat akan banyak hal baru yang seharusnya untuk diingat, perlahan tapi pasti dan menunggu pemecahan masalah yang sedikit rumit atau tak relevan.

kau berdiri di pojokan sambil mengirim sms padaku, isinya:

“aku ingin ketemu di westafel”

aku membacanya, aku tau kau melihatku membacanya. aku juga tau 30 menit selama aku disini, matamu tak lepas memandangku.

sambil mengisap rokok yang tinggal sedikit lagi aku melihatmu mulai bergerak ke arah westafel, berharap aku pun bergerak kesana

mematikan rokokku dan menyela pembicaraanku dan teman-teman aku berjalan ke westafel, menggulung lengan jaket jeans biruku yang kusam. dan berdiri tepat disampingmu,

mencoba tak terlihat, dan beradu dengan terlalu ramainya keadaan disekitar, kita berkelit seperti orang biasa mencuci tangan.

“aku ingin kita pisah dulu” ucapmu.

aku diam sambil mengambil sabun untuk mencuci tangan, aku tak ingin bicara apa-apa, kita sudah diam-diaman 2 bulan terakhir dan ucapan pertama dibuka dengan kata putus. kalo bicara game aku mungkin dapat double combo atau hasil mati

aku tak ingin memperburuk keadaan, komposisi kerumitan yang ada di dalam organisasi.

“aku tidak bisa terus-terus begini” ujarmu,

aku diam, 2 menit, 3 menit sambil mencuci tanganku yang sudah berkali-kali aku basuh, cuci kemudian basuh lagi.

aku tau kau kesal padaku, tidak mendapatkan jawaban apa-apa, sambil berlalu, melewatiku matamu memandang seperti mengancamku, mentolerir keadaan kita sedemikian lama yang mungkin sangat berat. tapi aku sendiri tak mampu berbuat apa-apa, aku bukan lemah kekasih, cuma takut untuk merusak kondisi nyamanmu, keadaanmu..

sambil menyeka muka aku tak bisa menahan rasa. aku cuma bisa diam, melawan kata-kata mendebatmu? sama saja membunuh rasaku.

bobrok atau hancur aku rasanya…

atau sebobroknya kejadian ini aku rasa hanya akan menjadi planetari nebula, hasil akhir sebuah bintang, menjadi debu, pecahan partikel kecil dan berhamburan di luar angkasa, menunggu masuk ke kamflase black hole pada radius tertentu dan siap untuk menghilang ddidalamnya..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s