surat untukmu…

sedang merenung pada ketinggian, tempat beradu lintasan cahaya lampu rumah yang menjadi berpadu seperti lilin-lilin kecil menerangi bingkisan kosong dan gelap gulita malam, tampak jauh indah dan serasa sedikit merdeka.
duduk dipiinggir ketinggian sambil mengecap kopi pahit yang selalu ngingatin bahwa banyak yang lebih pahit dari hidup gw, setidaknya mengajarkan gw untuk tetap bersyukur untuk langkah gw yang masih tegak berdiri di jalan -jalan masa muda, menyulut rokok dan menikmati senja kemalam-malaman dengan suara parau beberapa anak muda di sudut satunya berkumpul menyanyikan lagu cinta yang membuat sedikit beraroma romantis…

ini batang rokok ke 6 dalam 6 bulan terakhir, gw berhasilberhenti dari rokok, menjulang diri akan janji2 gw dari dulu

temaram, payau, dan serasa menyakitkan duduk disini..
mengingatmu yang mungkin tak lagi mengingatku..
sambil menyetel lagu gaze- adhitya sofyan gw cuma berharap menikmati semua tentang kita minimal beberapa menit saja..
gw rasa itu sudah mengobati..
lo baik-baik dinegri orang ya…:) *wish


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s