padamu.

Hari ini hari kepulangan, sudah berkemas, sudah packing beberapa buku, baju dan beberapa kotak oleh-oleh yang menjadi kebiasaan untuk dibawa.

saya akhirnya pulang, ya.. akhirnya pulang kerumah..

indonesia.

sudah 2 tahun tak pulang,memeriksa tiket pulang dan masih menunggu taksi pesanan dari atas apartemen

Elsenheimerstraße 66, 80687 München, Jerman 089 5476780

saya berada di apartemen lantai 2, dikamar 102 . apartemen yang hampir 80% Diinapi orang asia, orang thailand, vietnam, singapur, dan beberapa bangsa pribumi yang menuntut ilmu disini.

sambil menyeduh kopi panas menghadap ke jendela yang berbatasan langsung dengan luar jalan, melihat beberapa orang hilir mudik memecah kebuntuan kegiatan fikiran buruk,

secangkir kopi aroma khas indonesia untuk mengobati kerinduan akan mereka, keluarga, sahabat dan dia yang sudah tak bertemu 2 tahun belakangan,

saya perlu setahun atau dua tahun lagi untuk menyelesaikan disertasi ini dan terpaksa pulang, bolak balik mencari tiket murah karena ibu sedang rindu berat di kampung.

tak apalah demi dia yang melahirkan dan membesarkan, paling tidak saya mengobatinya, bukan mengobati rindunya pada anak bungsu yang merantau keluar dari rumah dari sebangsa sma…

dia? ya dia .. gadis manis yang fotonya ada di meja kerja saya,dengan figura bersih, terlalu bersih dibanding foto lain yang terpajang dikamar ini, bagaimana tidak? saya akan selalu memegang fotonya setiap kali akan ujian, bergadang mengerjakan papper, demam, dan pilu yang mendalam.

dia? sudahlah jangan dibicarakan tentangnya, bagiku dia hanya rindu yang menjadi pilu, cinta yang tertahan dalam8 tahun terakhir, dia memang alasanku untuk pergi sejauh ini tapi yasudahlah..

cintaku sudah tertolak 14 kali olehnya, berhenti? saya terlalu psikopat dan gila untuk berhenti mencintai satu-satunya wanita yang saya cintai di dunia ini.

“taxi…”

seseorang berteriak sambil  menekan speaker kekamar saya dari bawah, saya meletakkan secangkir kopi yang belum habis dan segera mengangkat barang2 turun ke bawah.

saatnya berangkat…

didalam taksi saya hanya terdiam seperti biasa berbicara dalam hati tentang banyak hal, bergumul tentang semua fikiran, penelitian dan dana beasiswa yang semakin menipis, tapi tetap saja ujung dari fikiran saya ada dia, tetap dia. dia dan dia.. saya hampir gila 2 tahun in karena dia

saya benar-benar rindu padanya.. dan itu memilukan.

saya bisa apa, ini tahun kedua saya disini dengan umur 27 tahun, dia? mungkin sudah menikah, bahagia dengan suami yang dicintainya dan anak2 yang lucu..

fikiran buruk kembali menjajah saya. merusak saraf otak yang setengahnya mungkin sudah rusak karena buku terjemahan jerman dan papper rumit yang terkendala kemampuan otak menanggapinya

sial… pilu ku dalam hati..

sampai di airport, check in dan menunggu di ruang tunggu, saya hanya memutar lagi lagu secondhand serenade-fall for you , berulang.. satu-dua lebih..

membuatnya jadi single track di ipod,

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I won’t live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find

bagiku otak ku kau terlalu sempurna, terlalu kucinta, terlalu kujaga, bersih tanpa cela.. apapun itu

delapan tahun terakhir saya mencintai orang yang sama tanpa berubah, merelakan banyak orang lain yang datang dan pergi dalam hidup..

setidaknya saya setia pada perasaan, bodoh? mungkin tapi terkadang bodoh karena hati itu lebih baik dari pada kepura-puraan

saya hanya berharap kedatangan saya bersingkronisasi dengan surat 2 tahun lalu yang saya sampaikan padanya.

selama berbelas jam penerbangan saya hanya tidur terlelap kecapean menghadapi ujian-ujian 2 hari sebelumnya.

cengkareng!

dan saya memilih untuk beristirahat dahulu duduk, di kedatangan luar negri, menenangkan diri.. saat badan pegel semua, kepala sakit dan perbedaaan waktu menghadapi, disana subuh disini sudah terik siang.

tak sadar seseorang duduk disana, di tempat yang sama, di cafe yang sama tempat saya beristirahat  sambil mengaduk secangkir kopi. yang saya tahu saya kirim email ke ke dua orang  yang bilang saya akan pulang ke indonesia dalam 1 minggu,yang pertama kakak untuk disampaikan ke ibu dan dia.

saya hanya melihat senyumnya, dibalut pakaian kantor warna birunya, rok dan tetap rambut panjang sebahu yang tak berubah.

dia tetap sama, tetap cantik tercantik dihati ini, dia tersenyum, sedikit tertawa.

saya dingin membeku, perlahan dihantam matahari terik cengkareng yang panas, berkeringat dengan pakaian lengkap dengan stelan jas.

saya rindu sampai pilu bertahun kepada wanita didepan saya.

saya gelagapan melihatnya, mengarah pada jari manisnya.

dan …

sial!!!

sudah ada cincin putih yang melingkar..

cincin yang 2 tahun lalu saya titip pada ibu untuk dititip ke dia, dengan selembar surat singkat. saya tak sempat, kepergian saya mendadak lebih cepat sebulan dari prediksi kuliah musim panas.

saya titip cincin, untuk mengikatmu, pertanda  cinta yang saya tunggu  8 tahun terakhir, sekembalinya saya dari sana, saya ingin melihatmu memakainya untuk kita.

bila tidak, singkirkan saja cincin ini dan anggap semua tidak pernah terjadi..

with love..

mendadak yang difikiran saya, ketika kembali ke muenchen tak akan ada lagi kesepian, malam malam penderitaan, begadang sendirian kesepian menulis papper penelitian tengah malam sampai pagi buta.

akan ada yang mengisi intuisi, fikiran, dan pelopor jiwa, penyemangat hati..

ada dia disebelah saya nantinya.

yang saya tunggu 8 tahun terakhir…

untuk selalu bersama

terkadang menunggu itu adalah hal yang paling menyenangkan..

walau hanya 0,01% peluang itu menyenangkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s