sista :)


sedang menunggu oktober.

suatu saat si gadis kecil yang berperan sebagai anak pertama disuatu keluarga dan kakak bagi adik-adiknya  akan meninggalkan rumah, kemudian akan hidup selamanya bersama orang yang disayanginya. meninggalkan masa kecil, remaja, dan dewasa dan menuju penyempurnaan hidup dengan menikah tentu dengan orang yang dicintai pula.

saya masih ingat ketika saya kecil, saya yang selalu ditinggal oleh orang tua yang bekerja, bapak yang selalu keluar kota mengerjakan proyeknya.. sudah memaklumi itu dengan representasi pekerja lapangan yang harus mencari benih-benih rupiah diproyek yang jauh dari kota, mungkin saya  ketemu bapak hanya 1 minggu dalam 6 bulan, atau bahkan pernah hanya 3 hari dalam 6 bulan, karena beliau bertugas dari mulai aceh, sampai pedalaman riau. saya sudah terbiasa hidup tanpa cerita dan bermain dengan bapak, diantar kesekolah atau apalah itu saya tak menyalahkannya juga, saya rasa itu hanya program hidup yang maknanya memperjuangakan sesuatu untuk keluarganya dirumah.

mama, juga seperti itu, akan kerja dari pagi sampai sore hari, dan akan bertemu dengannya ketika bangun pagi, sarapan dan ketika makan malam dan tidur malam, setiap hari, percakapan juga tak berlangsung banyak, hanya bertanya bagaimana pr, tugas, dan kemajuan sekolah saya.

saya juga bukan tipe penuntut ini itu dari orang tua, dari kecil juga saya senang bila ditinggal untuk jaga rumah, melakukan pekerjaan rumah yang terkadang tanpa pembantu.

figur kakak sangat penting bagi hidup saya, seperti air yang mengobati rasa haus akan perhatian dan kasih sayang, seperti penertral rasa emosi dan dendam ketika saya berantem dengan abang. dan seperti pendakwah yang menasehati adeknya perlahan tanpa rasa sakit hati sama sekali, juga sebagai penyelamat ketika uang jajan sudah habis ketika disekolah.

‘saya utang budi’

mungkin benar, saya utang budi sama dia.ketika dari kecil dia memperlakukan kami adik2nya sangat spesial, menjadi ibu yang baik ketika ibu kami sibuk bekerja, menjadi pendongeng yang baik untuk mengantar kami tidur siang dan tidur malam, tempat cerita paling baik,tempat pengaduan 24 jam yang paling efektif.saya ingat ketika sd dulu saya sering sekali merepotkannya, mulai dari curi-curi pandang ke pintu kelasnya, dan meminta uang jajan

“kak, minta uang..uangnya habis”

tanpa banyak basa-basi dia pasti akan memberi uang jajannya pada saya, sambil bilang “jangan jajan terus” dan saya pasti akan langsung lari tanpa memperdulikan kata-katanya. dia? hanya terseyum dan tertawa melihat tingkah laku saya, atau dia yang melulu dipanggil oleh guru akibat saya memukul teman sekelas, membawa peralatan bengkel bapak ke sekolah dan menakut-nakuti teman saya, mulai dari nilai saya yang sangat buruk, kemampuan membaca saya yang tak membaik, dan saya yang menabrak mobil yang parkir didepan sekolah (bukan ditabrak, tapi saya yang menabrak dan menangis), atau guru yang tak percaya bahwa saya adik kandung si juara umum di sekolah, saya? biasanya si cuma  juara 2 atau juara 1 dari belakang waktu sd. kumel, kusam dan selalu dia yang membersihkan saya ketika ketemu di waktu istirahat.

saya juga masih ingat ketika saya sakit dan orang tua kami tidak ada dirumah, dia yang merawat saya perlahan, mengompres saya,menyuapkan saya makan, sambil berdoa dan saya lihat jelas air matanya menetes perlahan, saya tau dia kuatir pada saya, atau ketika dia menasehati saya untuk tidak sering pulang malam ketika sma, tidak ngebut-ngebutan, menasehati saya agar mengurangi saya yang bermain-main ketika persiapan spmb, atau ketika dia yang marah ketika tau saya beberapa kali kelihatan ketemu jalan dengan beberapa pacar yang berbeda.

semua hanya tentangnya, semua nasehat hanya akar bagi saya untuk berubah, saya masih ingat dia yang mengajari saya matematika, mengajari saya arab melayu yang sulit, fisika, dan kimia, perlahan tapi pasti saya mulai  mengakui saya pasti selalu mengikuti jejak langkahnya, saya mengikuti kesekolah mana nantinya dia masuk, dan saya selalu memfaktorialkan keberhasilan saya apabila saya berhasil mengikuti jejak langkahnya.

mengakui? seorang pria tidak akan pernah mengakui secara terang-terangan tentang sesuatu, tapi diam dan pasti saya mulai berubah olehnya, saya bukan si anak kumel, bandel dan bodoh lagi dikelas, ketika malam hari melihatnya belajar, kontan saya juga akan belajar, disebelahnya sampai dia terkantuk dan saya yang sudah tidur duluan diatas meja berlajar yang tersusun parelel dirumah kami, saya bukan rangking 1 atau 2 lagi dari belakang, perlahan saya mulai menjadi rangking 5 besar di sd, masuk kelas unggulan di smp, juara kelas, dan orang yang secara akademik termasuk diperhitungkan di kelas, dia merubah saya dari si kumel yang jorok menajadi anak pembersih, dia merubah dari saya yang bandel dan suka berkelahi menjadi seorang yang lebih tenang, dia merubah representasi saya tentang banyak hal.

perlahan saya mulai merantau, dan mulai jarang bertemu dengannya, mulai jarang bercerita, saya hanya pulang itupun beberapa hari, terkadang saya rindu bicara panjang lebar dengannya, tapi dia terlalu sibuk dikantor dan organisasinya, terkadang dia minta saya jemput bila ada dirumah dan mentraktir saya makan malam dengannya, sambil bertanya-tanya seperti biasa, “bagaimana kuliahmu, siapa pacarmu, bagaimana ipmu, dan lain sebagainya” tapi kontan saya tak pernah merasa seperti diinterogasi ketika ditanya, tak pernah merasa terlalu bodoh ketika dinasehati. selalu dia memberi saran dengan cara berbeda.

beberapa bulan lalu saya dengar dia akan menikah, saya bahagia sekali mendangarnya

sekarang dia sibuk mengurusi pernikahannya dengan pacar pertama dan calon suaminya, orang yang mungkin sangat mencintainya, dan saya sangat  bahagia sekali ketika dia bicara langsung pada saya dia akan menikah, saya tau dia bahagia. dan yang pasti saya akan bahagia ketika dia bahagia dan bertemu pangeran berkuda putihnya (cita2nya dari dulu)

mungkin seiring waktu sadar dan tak sadar dia yang mulai menjadikan saya sekokoh ini, dia yang menjadikan saya seoptimis ini, dia yang menjadikan saya menjadi lebih pintar dan bijak dalam berbuat. dia mengajarinya melihat sesuatu dengan cara berbeda, memperjuangkan sesuatu dengan cara berbeda.

suatu saat saya akan membalas nya, entah bagaimanapun itu caranya.🙂

happy wedding sista!

mungkin waktu berlalu, menjadikan nilai yang semakin tua dan berbeda

tapi bagiku kau tetap kakak bagi si bungsu yang selalu merengek minta dibacakan dongeng atau dibelikan coklat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s