malam ini

mungkin ini kadar terakhir yang tersimpan dalam darah

kadar rindu yang mendidih menjadi uap dan menghilang di udara, yang mungkin kotor

mungkin ini tetes terakhir yang terkandung dalam cairan otak

mengering dan meninggalkan sisa berat yang entah kemana..

atau suatu saat kita bertemu dan diharuskan menjadi tokoh pewangan yang kolot, diam dengan beribu makna yang artinya juga kadang tak kau bukan atau aku mengerti

aku titipkan salamku pada waktu, pada bungkusan rindu yang terkirim di email, dikotak surat dan didoa padamu…aku

aku titipkan cinta pada angin pagi yang kau hirup, menjadi bersih dan menyemangatimu dari gelas kopi

aku titipkan pada malam yang berbintang dan hilang ditelan terbit matahari pagi ini..

cukup, sudahilah kesedihan ini…

saat menemanimu bermain kembang api, yang aku tau aku bahagia ketika melihat bahagia….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s