Cerita Jingga Kita

Jingga, berwarna sedikit kemerahan

Warna Saat kau dan aku berdiri di senja malam yang juga tak gelap menjerat menggelora..

Ini hidup bukan untuk siapa tapi apalah..

Ini untuk mu, aku dan kita mungkin kalau masih ada.

Sejalan ini kita beradu padu pada pertemuan tempat kau, aku dan ada 2 pengunjung  lain duduk semeja, entahlah ini  pertemuan kita yang keberapa, tapi ada suatu yang berbeda dimatamu kali ini. Aku juga bukan orang yang tidak cukup sadar akan ada perubahan yang menyatu pada getir-getir bola matamu atau raut muka yang sedikit mengerut, aku tau kau berfikir, keras.. tapi yang aku tak tau kau berfikir tentang apa.. ini hidup tempat kita dengansadar dan  tak sadar bersatu, padu.. mungkin tidak sama mungkin tidak sewarna tapi memang ini tak disengaja. Tak pernah aku berfikir dan menghentikan langkah pada periode kita akhir-akhir ini, tapi kau dan aku terlanjur mencipta jarak dan besar.

Kau tersenyum padaku, dengan takut-takut.. kecut sedikit mendongak melihat aku menggetarkan garpu dan menyayatnyayat daging ini yang sudah berulang kali di getarkan..

Ini cinta, dan aku tau ini perasaan yang sama saat aku merasakan hal yang sama bertahun-tahun yang lalu, saat aku dan dia berada pada satu baris yang berbeda. Kau orang yang pertama lagi setelah 5 tahun aku mengurung diri, berkutat dengan penulisan dan tulisan yang kuanggap penting, tapi ya sudahlah..

Kau tersenyum, ini kali kedua kau tersenyum padaku, aku hanya terdiam, entah mengerti atau tidak. Aku balas tersenyum padamu, melihat tersenyum kecut , dan aku tak mengerti apa ini

“darl..”

Ujarku pelan, menanti jawabanmu, ditengah –tengah keramaian orang yang sibuk dengan makanan mereka

Tapi sayang kau tak menyahutku, kau tetap terdiam membisu, dan tak menyentuh makananmu.

Ini makan malam kita pertama tanpa yang lainnya hanya aku dan kau berdua dan tidak ada yang menganggu, kau dan aku kita ya hanya kita..

Undangan ku malam ini kau balas dengan jawaban singkat

“iya, see you there”

Sejarang-jarangnya aku memberikan waktu khusus untuk bertemu dengan orang lain, aku telah berhasil reserved semeja restoran untuk kita,  berdua.

“kamu makan malam ya denganku malam ini di tizi jam 7 malam, see  you there..”

Aku menunggumu

Maaf aku bukan menjadikan ini suatu kesalahan

Kesalahan  hanyalah objek dari hal-hal yang tidak benar dan aku tau itu juga tidak ada batasannya.

Aku mencintaimu, mulai nyaman dengan segala kebersamaan ini, dengan cerita kita, dengan fikiran canda tawa kita, atau kau ingat waktu kau mengantuk di angkot dan aku menengadahkan bahuku untuk kau tiduri, atau kau juga ingat aku mengantarmu malam ini dan memegang tanganmu di sepanjang gang kosanmu.

Aku tau aku bukan dia yang secara sah menjadi pacarmu, dan berhak lebih akan semua, tapi bagiku itu semua omong kosong,.

Bagiku ini semua hanya tentang kita, tentang kau dan aku, tentang perpaduan antara kuning dan merah dan menjadi jingga, bukan tentang ungu atau hitam yang mengurang menjadi abu-abu.

Taukah kau aku terbakar saat dia menghubungimu ketika kita jalan berdua, atau ketika aku mulai menyatakan perasaan yang sangat aku pendam dari dulu..

Ini semua hanya tentang mu, tentang kasih yang mungkin terlambat..tapi bagiku ini penting, entah lah bagimu.

Tapi kau menghancurkan semua perkara yang kubangun, impian yang kutunggu sambil berkata..

“aku sayang dia, aku rasa kita tak bisa begini terus”

Kamu pun berlalu meninggalkanku yang membisu, membodoh dan menjadi autis dengan pipet yang kugigit di segelas teh manis dingin yang kupesan.

Aku mati rasa, mati gaya dan hilang orientasi arah..

Entahlah, tapi ini pilihan saat aku berjalan gontai kekasir membayar bill yang mungkin menjadi makan malam terakhir kita..

Aku pergi berjalan menyusuri tizi malam ini menuju dago sambil bergumam dalam hati..

“sudahlah, ini yang terakhir…”

Seolah berkompromi, hujan perlahan menitik mengiringi jalan ku ke kosan di cisitu, parau…

Aku patah hati, dan dengan derita lengkap Kunci kamarku tinggal di tizi!.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s