jika clbk ada

Entah lah tapi yang pasti ini kisah yang mungkin tak berakhir diantara kamu dan aku, entah sudah berapa kali kita berpisah dan kembali menyatu lagi, seperti film atau drama atau ftv sekalian, dalam 2 tahun kita sudah putus 11 kali dan sudah jadian 12 kali, tetap saja dengan manuver-manuver pria dan wanita yang tidak dewasa dalam menghadapi masalah.

Ini tahun ke-dua setelah kita berpisah, ya, kali ini kita benar-benar berpisah, kali ini tidak ada kata baikan seperti yang biasa kita usahakan, ya memang benar, kita berbeda kali ini, tapi kembali ke bagian masa lalu, aku telah memintamu berkali-kali untuk kembali tapi tetap saja kamu tidak mau, dan sekarang aku kamu berada di jarak yang berbeda.

Kamu sudah kerja di jakarta, aku kembali kuliah di bandung,dua tahun belakangan ini aku sudah menyelesaikan sekolah ku lagi dan sekarang kerja di surabaya, atau kamu masih ingat waktu aku bilang

“aku mau sekolah, kamu mau tunggu aku?”

“heh, masa? Beneran? Beasiswa kamu keluar? Aku senang” katamu sambil merangkulku. Harusnya aku bahagia punya kamu yang menyemangatiku, tapi dilain sisi aku tau, kepergianku akan membuat masalah menjadi lebih masalah, sebenernya lebih parahna bisa membuat yang bukan masalah menjadi masalah. Aku tau kata-katamu yang bilang aku senang hanya kamuflase untuk menghibur dan menyemangatiku melanjutkan studiku.

Kita berbincang malam itu, panjang- sampai lupa waktu, akhirny aku pamit dari kosanmu.

“kamu yakin kita pacaran jarak jauh” tanyaku sambil memegang tanganmu di bawah kosanmu yang dingin dan tinggal kita berdua yang berdiri kaku, bersaing dengan angin malam cuaca sepi malam itu.

Kamu diam, tak menjawab, menganggukpun tidak, cukup anggukanmu yang aku harap bisa buat langkahku lebih baik, lebih cepat dan lebih tegak, tapi tetap saja kamu diam membisu sebisu bulan, bintang yang berkorelasi dengan rindu yang pahit dan pasti mendendam.

“sebenarnya aku ngak pengen kau pergi, aku ngak bisa kita ldr lagi trus nanti pasti pisah lagi” kamu ngomong pelan padaku ,sambil membenarkan rambutmu yang tidak terikat rapi,

“aku takut semua malah ebih buruk” katamu sambil menarik ujung jaketku, seperti biasa kau akan bermanja-manja dengan ujung jaketku kalau sedang kangen .

“Aku pamit dulu, besok berangkat pagi ke bandara” kataku sambil mengancing jaketku

Kamu memelukku erat, dan seperti biasa kamu selalu menuangkan perasaan sedihmu pada airmata yang menjadi jawaban pilu yang mengikat.

“aku sayang kamu” aku berbisik, lalu berjalan gontai menuju kosan lamaku yang didalamnya hanya tinggal tas travel untuk dibawa ke bandung.

Aku masih ingat waktu kita basah-basahan di sepeda motor ku yang mogok karena terendam air, lalu aku berjanji padamu aku akan sekolah tinggi-tinggi dan bekerja keras untuk kehidupan yang ebih baik denganmu, lalu kamu menjawabku, tapi kalau kita udah kaya kita ngak boleh sombong yaa.

Atau masih ingat waktu kita sudah di mobil trus kamu ngomong, ntar kita nyicil rumah dan mobil kita sendiri ya, apa kamu sadar setiap kata-kata itu menyruruhku untuk berjuang dan berusaha lebih lagi, untuk berfikir lebih keras, untuk berdoa, untuk berharap tanpa henti, atau kau ingat waktu aku menjemputmu tengah malam kau memelukku erat, sangat erat di sepeda motor yang melaju, aku tidak tau kenapa tapi kali itu aku seperti merasa kamu tidak ingin kehilangan ku.

Tapi itu hanya pemikiran masa laluku, entah mengapa pula fikiran-fikiran singkat itu kembali masuk kedalam otakku.

“ah, sudahlah, namanya juga fikiran yang datang ketika refleksi otak tidak berkorelasi positif dengan harapan.”

Hari ini aku berangkat ke jakarta, menuju kuningan tepatnya, untuk ikut seminar “go green construction” dari kantor, seperti biasa aku berangkat di penerbangan pagi hari ini. Difikiranku sampai ke cengkareng langsung mengambil taksi dan menuju ke kuningan, mengikuti seminar seharian dan malamnya jam 9 akan kembali ke cengkareng untuk berangkat di penerbangan terakhir di jakarta.

Tapi ada yang berbeda ketika aku menunggu taksi kali ini

Sepertinya aku mengenal wanita yang ada diseberang, yang membawa travel bag juga seperti bepergian, wanita yang langsing, dengan rambut geombang, kulit putih dan memakai baju kantor garis-garis dengan rok hitam, aku kenal, sangat kenal dengan dia, aku tau itu dia-kamu!.

Aku mengejarmu yang berada beberapa langkah didpanku.

“ayu”

“widya”

“ayuwidya” teriakku dari belakang, dan ya kamu menoleh.

Sesaat aku berhenti mengejarmu, sesaat aku berada di ruang dan dimensi berbeda ketika melihat pandangan wajahmu, seperti daging beku dari frezzer lidahku tak bisa komat-kamit kelimpungan.

Aku memandangmu fasih dari ujung rambut sampai ujung kaki.. aku kaku membisu dan mendadak seperti ayak kena penyakit tetelo

“hei pram,”kamu mendekatiku, memberi tanganmu untuk salaman.

Terakhir aku bertemu kamu, waktu malam itu waktu aku permisi dan benar saja itu enjadi pertemuan kita terakhir, prediksi kita benar, selama sebulan kita penuh dengan konflik ketika pacaran jarak jauh, kamu dan aku sering bertengkar bahkan beberapa makian merusak dan melonggarkan kata cinta kita.

Aku dan kau dirundung rindu yang kita sama-sama tidak bisa selesaikan, aku dan kamu dirundung semu yang sama-sama tak terdefenisikan? Cara menggambarkannya ialah perasaan marah dan mendendam karena tidak mampu membagi waktu dan fikiran denganmu,

Setelah itu kita sama sekali hilang komunikasi, tak ada ym, telfon, fb sama sekali, seolah-oleh aku dan kamu bukan orang yang pernah berpasangan dan membagi waktu yang sama.

“kamu apa kabar.” Tanya kamu antusias

“aku baik, kamu apa kabar? Dari mana mau kemana ? sudah kerja dimana?”

“aku dijakarta, kerja di bank sekarang, kamu gimana? Uda kelar kuliahnya?

“sudah, aku sekarang di perusahaan konstruksi di surabaya”

Mendadak kita menjadi kaku, tak bersahabat dan seperti orang yang baru kenal lagi..

Entahlah…tapi setahuku perasaanku masih ada dan banyak padamu

Tinggal membuka lembarannya, dan pasti banyak kertas yang bertulis

I love you..

To be continued


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s