GOLONGAN VERSUS GOLONGAN

SAYA menulis ini untuk mengkritisi tindakan berlebihan dari beberapa golongan yang sudah meresahkan, ya meresahkan saya pribadi sebagai masyarakat sipil dan meresahkan jutaan masyarakat lain yang hanya menajdi objek keganasan.

Kita makan asam garam, atau asam garamnya yang terlalu banyak sehingga kita tak sadar bahkan mereka-mereka yang terduduk dan berada di jalur berbeda itu pun sama dengan kita, sama darah dan keturunannya, ras dan adat isitiadat awalnya dengan kita.

Saya curiga atau kita hanya dibekali oleh sistemik pembedaan atas suku, agama, adat istiadat dan rumah kampung tempat kita berpijak, ada sebagian kecil virus-virus yang dibentuk dan siap untuk dipublikasikan untuk merebut dan merenggut batasan sadar dan tidak sadar kaum muda bangsa ini, menyebut golongan, menyebut pijakan yang berlandaskan dengan prinsip apapun mereka sendiri tak sadar itu salah atau benar, sekedar mengkritik saat suatu kekerasan  dihalalkan di negeri ini, jadi mayornya ialah kalau anda salah anda akan dihukum dengan hukum publik, dipukuli, dicaci maki, ditusuk atau di teror secara membabi buta. Pertanyaannya Ini dasar atas prinsip darimana? Prinsip kekekalan hukum rimba yang selalu bilang yang kuat dialah yang menang? Atau prinsip yang berbeda dari golongan satu ke golongan lainnya yang menjadikan kamu, anda dan saya siap diteror oleh publik yang tidak bertanggung jawab, tapi sayangnya pemerintah sebagai partisi penting hanya bisa diam menghadapi masalah ini,bahkan terkesan membiarkannya menguap dan seperti lupa akan terjadi ada atau tidak.

Percayalah suatu golongan yang ditekan terus menerus, dirusak dan disakiti bukan akan pudar kepercayaan dan kemampuannya, sebaliknya mereka akan tumbuh menjadi lebih kuat dan lebih berkualitas akibat tempaan dari teror teror masyarakat yang sepertinya ditoleransi oleh pemerintah, mereka seperti golongan yang berperang sendiri melawan banyak musuh, kalah salah atau menyakiti sedikit mereka sadar mereka hanya tinggal nama, atau kata kasarnya ini mungkin alat baru bagi pemerintah untuk membentuk pembenaran tabu dan tidak tabu atau benar dan tidak benar di masyarakat.

Tau yahudi? Israel? Sekuat apa mereka sekarang, dengan partisi ekonomi, stabilitas, kekuatan militer, kemampuan teknologi. Masih ingat bagaimana Hitler membabibuta dan membumi hanguskan bangsa mereka, membunuh dengan sadis, bahkan bercita-cita menghabisi mereka dari muka bumi.. hasilnya? Mereka lahir sebagai bangsa ditakuti saat ini di indonesia, sekalianlah dengan segala proses pementalan yang terjadi belakangan di negri ini.

Tingggal tunggu mereka yang tertekan untuk menjadi kuat, dan melahirkan kekuatan baru untuk mulai menyerang sang penyerang, dendam menjadi suatu katalis yang cepat untuk membuat orang lebih kuat, menjadi lebih bijak menjadi lebih pintar atau bahkan menjadi lebih licik..

Nantinya saya prediksikan ketika 2 atau 3 maaf 20 atau 30 golongan-golongan lahir perlahan dari sisi-sisi pengenalan mereka malah akan menambah suatu peristiwa akut yang dibentuk dan dibangun menjadi suatu sandiwara babakan perang baru di negara ini.

Pemerintah yang tadi jadi dalangnya menjadi kocar kacir, golongan bahkan lebih kuat dari kekuatan militer itu sendiri, dan percayalah lah kita hanya akan menjadi Rusia masa lalu, dihantam dipecahkan dan see? Kita memang masih mewarisi sifat-sifat kaku dari nenek moyang, diteguhkan dengan devide et impera yang berhasil-sil-sil saat itu..kita hanya tinggal menunggu waktu untuk dihantam oleh keadaan, mati bediri dan menjadi bangsa yang tinggal nama? Masyarakatnya? Terpaksa mau tak mau berjuang berdarah-darah membela golongannya sendiri..,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s