pilihan finishing novel1

Aku sedang di bandara, sambil mendengarkan ipod..mendengar kumpulan lagu yang dulu kamu susun di folder laptopku, sekarang… aku kembali ke kotamu, kota kita, kota kita bersama berbagi cerita dulunya. Folder mp3 yang hampir tiap malam minggu aku dengar ketika mengingatmu, atau apalagi sedang rindu berat padamu. Menelfon atau berkirim sms bukan tipikalmu, aku tau.. kamu lebih senang kita yang berbincang kecil di meja kecil kosanmu sambil menunggu malam dan aku pulang menggunakan sepeda motor bebekku dari kosanmu, sambil mengucapkan selamat malam dan mengecup keningmu, lalu kau akan naik keatas dan melihat ku pergi dari kamarmu sambil melambaikan tangan.

Aku rindu saat-saat itu

Saat aku kehujanan dan kita baru berantem hebat, lalu aku singgah kekosanmu untuk meminta maaf kamu membawakan segelas coklat hangat, dan handuk kecil untukku lalu memberikan baju liverpoolmu untukku. Atau kamu yang kecapean dan tertidur di lengan dan dadaku dan meninggalkan ences membentuk pulau dibajuku, selalu ketika terbangun kamu pasti mengelap-ngelap itu, sambil tidak pernah mengakuinya.

Masih ingat ada baju arsenal yang dulu pernah kutitip padamu, atau aku yang baru pulang kantor bukannya pulang kerumah tetapi malah menyempatkan diri untuk sekedar melihat senyummu yang selalu menjadi dopingku, dipagi, disiang dan dimalam-malamku.

Aku di bandara changi menuju kotamu saat ini, setelah memberi jarak yang cukup lama untuk menuntut ilmu di negri orang tanpa komunikasi, 2 tahun aku pergi. Dan sekarang aku kembali. Aku masih ingat kamu orang paling bersemangat mendukungku ketika tau aku akan berangkat untuk sekolah lagi waktu itu, kamu yang memaksaku belajar bahasa inggris dan toefl habis-habisan,aku juga tau kamu sangat senang ketika aku bilang hari keberangkatan untuk mengambil master di luar negri.

Sekarang aku pulang, setelah menyelesaikan tanggung jawabku untuk masa depan yang pernah kujanjikan lebih baik denganmu, aku kembali setelah siap untuk membawamu kedalam hidupku.

Tapi..

Aku telambat ternyata.

Aku membaca statusstatus mu di social network  tentang rencana pernikahanmu..

Saat itu aku sedang packing dikamar untuk segera pulang, dan ingin memberi kejutan padamu, sebuah ijazah, tambahan nama dan baju wisuda agar bisa berfoto dengan kebayamu seperti dulu.

Aku hanya diam, bibirku pucat, dan aku seperti kehilangan semangat yang membakarku untuk terus maju seperti biasa, lalu aku melihat di meja kerjaku masih ada fotomu yang memakai kebaya itu. Aku diam, tapi apalah hidup bukan perkara adil atau tidak, bukan perkara bisa atau tidak.

Tiga minggu setelah itu aku masih belum tenang, tidak gampang untuk menenangkan ombak yang berpotensi tsunami. Entahlah aku seperti mati kutu menjalani hari-hari itu.

Sambil mendengar lagu andji drive, lagu kesayanganmu, aku menekan nomormu dari telfonku.

“hallo..siapa ini?” jawabmu dengan suara yang kurindukan 2 tahun terakhir…

Entah kenapa airmata mengucur dari mataku..aku rindu berat…

“ini aku” kamu diam, aku fikir kamu juga merasakan hal yang sama, mendadak orang yang menghilang sudah ada didepanmu, didepan rencana pernikahanmu tepatnya.

“selamat ya” tanpa sempat kamu jawab lalu aku mematikan handphoneku, dan berjalan menuju terminal keberangkatan. Mengganti folder lagu-lagu pilihanmu dengan lagu simple plan-misery…

Selamat tinggal sayang, jarak memang tidak pernah ramah pada kita

Waktu pun tidak pernah berpihak adil seperti hakim..

Aku dipercundangi dengan rasa sayang dan cinta yang berlebihan, tapi sudahlah…

Jalanku masih panjang….

Mengambil ransel, membesarkan volume ipod, membenarkan letak topi dan berjalan menuju pesawat..sambil tersenyum

Im moving on

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s