bremen menuju desember.

saya duduk sendiri di taman kota.

sambil membenarkan letak jaket untuk melindungi saya dari malam yang terlalu membuat badan menggigil, bahkan ujung jari saya sudah keriput. membenarkan syal dan mengeraskan ipod untuk membantu membakar lemak dan menjauhi dingin yang sampai memilukan badan dan fikiran.

7.10

hanya orang bodoh dan orang yang sedang berkepentingan yang sangat penting yang akan menghabiskan waktunya di taman kota, akhir november, salju, -5 derajat celcius dan bau air yang sudah mengeras menjadi batu es. lampu-lampu natal yang mulai dipasang dan bangku-bangku dingin yang kesepian, sangat kesepian. atau dia sedang beradu kesepian dengan saya yang duduk disini sendiri dan berhadapan dengan penjual sandwich di ujung jalan yang merasa saya adalah orang yang tidak waras yang nantinya entah jadi orang keberapa yang akan mati kedinginan kemudian dibawa ambulance tengah pagi.

sepi…08.00

lima menit lagi fikir saya, saya menunggu 2 jam di kedinginan untuk waktu yang mungkin hanya 5 menit.

08.05.Bremen semakin sepi

akhirnya dia keluar dari kelas ajarnya, ya dia wanita pengajar piano yang saya kagumi setahun terkhir, sesibuk apapun saya, kemudian kaki saya akan mudah sekali melangkah lalu berjalan menuju konsernya yang jaraknya puluhan mil dari apartemen saya. atau setiap sabtu malam menunggu dengan setia dibangku taman hanya untuk melihatnya dari dekat.

saya berjalan mengikutinya, membenarkan letak syal lagi dan memasukkan tangan ke dalam jaket yang tebal.saya tau kali ini dia pasti mengerti, saya tau kali ini dia pasti sadar kalau setahun belakangan saya pria yang setiap sabtu malam mengikutinya ketika dia pulang mengajar piano di kelasnya.

saya pernah berfikir untuk mengenalkan diri saya padanya, saya pernah menghabiskan 3.456  menit didalam toilet untuk berfikir keras, atau menghabiskan ribuan kali didepan kaca untuk menyempurnakan cara saya berkenalan dengannya.

saya bukan terkendala masalah percaya diri.saya seorang master yang sering berhadapan dengan klien, dan pekerjaan yang menuntut untuk berdiskusi dan berfikir keras bersama orang lain. tapi sayangnya saya terlalu mencintainya, saya terlalu mengaguminya, celah rambutnya yang basah karena salju dan  senyumnya yang membuat saya berhenti berfikir. untuk sementara waktu.

dia melihat kearah saya, matanya tajam, meruncing. saya hilang arah, berbalik badan dan naytanya dia sedang memandangi saya

berusaha berbalik badan lagi dan menjauh. kemudian dia berbicara

“Arnol leonard!!warum Sie immer Stalking auf mich? Ich kenne dich, ich weiß, wo du gelebt, ich weiß ur Arbeit, Ihr apartemen, ich weiß alles über dich, und ich weiß du immer hinter mir jeden Samstagabend.”

(kenapa kamu mencari tahu tentang saya setahun belakangan ini, saya tau kamu, saya tahu kamu kerja dimana, saya tahu kamu tinggal dimana, bahkan saya tau kamu selalu menguntit saya tiap sabtu sore)

saya diam, hening, bersekutu dengan salju yang membasahi pelipis, seperti dihantam pukulan oscar marquez dengan jab-jabnnya,hasilnya?  *menyakitkan*

Es tut mir leid Mädchen (maafkan saya nona) ” mungkin kalau ada kata yang lebih dari itu saya pasti akan ucapkan ke bidadari yang berdiri didepan saya, indah, cantik dan mengagumkan, terlalu mengagumkan untuk dimiliki.

“be gentle, grow up, if you wanna know me more, introduce your self!!”nadanya meninggi.

saya mati kutu, saya diam saja, tak berkutik.

lalu saya bilang

“sorry for you inconvienence lady” dan pergi belalu..

mengeraskan ipod dan berucap.“ini sudah berakhir!”

kadang kamu hanya perlu mengagumi tanpa perlu memiliki, karena memiliki hanya akan membuat kesempatanmu mengagumi itu hilang..*senyap*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s