khusus untuk kamu wanitaku.

semoga ada yang menerangi sisi gelap ini menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda di bulan desember.

sambil mendengarkan lagu ini, malam tepat pukul 19.40 dari hp yang terhubung pada speaker edifierku

ini kaleng bir ke 4 yang kunikmati dalam kesendirian, sepi menikmatinya kemudian masuk kedalamnya bersetubuh dengannya lalu lari dengan kenyataan bahwa aku sudah berada di tengah2 belantara orang2 yang tidak aku kenal sama sekali.

aku benci itu…

lalu bergemuruh dari bawah teriakan teman sekosan saat indonesia memenangkan pertandingan melawan malaysia 5-1, tapi kepala ini terlalu berat akibat efek alkohol yang belum hilang, disebelah tumpukan kaleng bir ada banyak sekali jurnal dan laporan yang mesti aku selesaikan, membuat kantukku seperti ingin menjajah terus-terusan dan tak mau mengalah, sudahlah ini sudah malam, sudah saatnya aku bangun cuci muka, berdoa meminta maaf seperti tiap malam dengan segala tingkat kepuitisan ku pada ode-ode sang khalik. tetapi tetap saja, nanar pada kumpulan bir, alkohol dan ratusan puntung rokok yang membuat merasa bersalah ketika melihat king james bible di rak buku yang tersusun rapi.

saya sampah, tapi setidaknya sampah yang bisa diolah, saya salah persepsi dari awal tentang perjuangan. mungkin

terlalu keduniawian, makanya sering sekali sedikit merohanikan diri dan mengingatkan bahwa saya diciptakan dari doa dan harapan bukan dari penyakit masyarakat atau kesalahan hidup pemilik darah yang mengalir.

lalu made menelfon, entahlah .

made jangan pernah mencoba mengambil fikiran saya dari kesendirian ini, saya tak butuh itu tidak butuh kamu yang perhatian dengan saya dan kesehatan saya, saya sudah cukup mapan dengan keuangan saya, cukup nyaman dengan hidup seperti ini, jangan kamu sentuh hidupku dengan artikularisme indahmu dan dengan kelembutan spasialmu yang membuat saya mengerang

“tinggalkan saya!”

atau kamu yang tiba-tiba masuk kedalam kamar dan membersihkan kamar, membuang kumpulan bir dan alkohol lalu menyapu kamar saya, menghidupkan ac, dan lampu agar saya diserang oleh terang dan menghabiskan gelap tempat saya bersembunyi.

lalu tiba-tiba kamu mendadak menghilang, meninggalkan aku dan kebiasaan lama yang busuk.

made, sudah berapa kali aku sarankan untuk tidak masuk kedalam hidupku, untuk tidak repot menghabiskan waktumu seharian untuk belajar memasak pizza dan menghidangkannya dengan spesial, made sudah berapa kali aku bilang untuk tidak mencintaiku terlalu dalam, bukan untuk terlalu egois membalasmu. menghampirimu lalu bergulat dengan rasa yang terjengkali dengan jarak yang menjauh.

kepala terasa berat, dan menuju ke kamar mandi, mengambil handuk dan membasuh kepala, sekalian mandi.

mungkin lebih baik, akan lebih baik, tapi tidak juga, mandi hanya membuat aku semakin kedinginan dimakan sepi lalu dibunuh oleh perasaan yang salah dan semakin salah, perlahan dihantam kebimbangan dan meninggalkan luka yang boroknya saja sudah meninggalkan bau.

“aku datang” made …. sudahlah!!!…

kamu tersenyum, kamu ingin sudah? tanyamu singkat.

aku mengangguk pertanda rindu yang terlalu besar dan kesepian,

lalu kamu berkata.

nikahi aku.

sambil membenarkan handuk aku mengetok-ngetokkan kepalaku kedinding sambil berfikir aku masih mabuk?..

made terimakasih kamu kembali membawa terang…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s