malam tadi.

aku di sudut-sudut sepiku

bercengkrama dengan dinginnya tengah malam,

berbincang reda dengan teriakan penjaga ronda yang memukul tiang listrik pertanda jam 2 pagi

dari balik jendela kamarku aku titip salam rindu untukmu, entahlah akan singgah dimana, dijembatan cikapayang, atau di sudut teras kota tua jakarta.

aku rindu, seperti rindu hayam wuruk pada dyah pitaloka, seperti rindu aku padamu.

aku dengan segelas kopi pahit ini malam ini masih menunggumu, entahlah kau akan kembali atau tidak

tidak juga aku akan bertanya pada ramalan lingkaran bulan yang memang selalu membisu, tidak juga aku berhenti pada putaran rotasi bumi yang sudah tidak elips lagi.

sederhana, aku cuma rindu, kamu..

ketika aku mengecap gelasnya rasanya kopiku sudah dingin….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s