Derita baru Warung Tegal

Baru-baru ini saya baca dikoran, di blog internet di tivi-tivi dan sukurlah sekarang saya sudah punya tivi, tentang warung tegal. jadi kalau makan di warung tegal akan kena pajak sama kek restora-restoran, pajaknya kalo saya ndak salah itu 10%, jadi setiap kelipatan misalnya Rp.7000 saya akan bayar Rp. 7700 atau dibulatkan saya akan bayar Rp.8000.

ya sebenarnya ga banyak si, naik seribulah setiap makan..

tapiii..

mungkin bagi kita ndak banyak seribuan.

tapi gimana sama pengamen yang makannya selalu warteg, seribu itu berharga banget, bisa beli rokoknya, bisa beli minumnya, bisa beli susu, gula, tepung , beras..(eh ga cukup yak) :p. ya bisa buat dia pulang, lah wong penghasilannya perhari juga ga sampe Rp.20.000 an ke atas lah, ya untuk makan saja sulit, penyelamatnya? bukan rumah makan padang yang mahalnya makjang dan bikin kejang2 *lebay. ya pasti itu warung tegal.

warung tegal itu penyelamat bagi kantong-kantong masyarakat menengah ke bawah, ya termaksud mahasiswa lah yang uang bulanannya sangat pas-pasan, saya pribadi juga pastinya, kalau makan di warung tegal itu kaya dapet makan murah dan lumayanlah, uda makan macam-macam tapi ga termasuk makan meja dan piringnya ya,hehe.. paling saya cuma bayar 8000 atau 9000, ga pernah lebih dari itu, coba kalau makan di cafe atau dago atas? (ya iyalah! itu emang mahal kali!!!)

si pak kumis Fauzi Bowo memutuskan untuk menandatangani Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak terhadap usaha makanan dan minuman beromzet Rp60 juta ke atas per tahun, termasuk warteg didalamnya (oh no!) Pengenaan pajak baru ini diperkirakan bisa menambah penerimaan Pemprov DKI hingga sekitar Rp50 miliar per tahun. N a m u n , yang pasti rencana pemberlakuan pajak terhadap warteg ditentang oleh berbagai kalangan yang pastinya dari golongan bawah semua.

mana ada karyawan bank, pejabat, DPR dari yang mulai terhormat, yang kurang terhormat, sampe yang tidak terhormat mau makan di warteg, anak-anak gaul juga ogah kali makan di warteg, yang pasti isi daleman pemakan (kaya apaaa aja) warteg itu pasti dari golongan menengah ke bawah!titik.

tapi kan..

“ga mau, pokoknya pernyataan saya valid”

tapi..

“udah titik!”

entah lelucon apa lagi yang diusahakan pemerintah untuk menekan golongan bawah, makan saja masih diganggu-ganggu, kalau mau pajak tinggi-tinggi pajakin lah itu yang namanya KFC, PIZZAHUT,CAREFFOUR,HYPERMART yan didalamnya para orang kaya, ya sudah jangan di ganggu-ganggu yang dibawah ini pak, makan saja sudah sulit masih mau diusik. toh nanti pajak-pajak itu juga akan mengalir ke wig, eh maaf ke rekening si gayus-gayus lainnya. mau ningkatin devisa? ya benerin pajaknya bukan dengan iming-iming menambah penerimaan Pemprov DKI hingga sekitar Rp50 miliar per tahun , lantas seenak bapak menekan kalangan bawah, uda ditekan mengimpit uda diimpit mengekang golongan bawah tanpa sempat bernafas..

lain kali kita duduk seminggu di sini pak, biar ngerasai gimana jadi golongan bawah

uda makan susah, masih diganggu juga..

udah ah, laper mau makan siang, warteg depan kosan buka ga ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s