melankolis.

hujan dan badai besar selalu bersingkronisasi dengan sistemik bandung sore.

kadarnya pagi dan siang langit akan cerah dan sore menuju malam akan hujan, dan sangat deras.

aku terkurung dikampus sore ini, sehabis kuliah dan makan siang, entah ini makan siang atau makan sore atau makan malam.

tiba-tiba mendadak memikirkanmu, sudah berapa kali aku benci dengan perasaan berlebihan dan cinta yang tidak juga mati ini. mungkin di sekumpulan otak yang kuanggap terdiri atas otak besar dan otak kecil, kau tersembunyi ditengah-tengahnya, memberi makna yang terlalu besar untuk ditolak, bahkan saraf motorikku pun akan terus memikirkan mu, sembari hujan perlahan memberi sinyal dengan detik dan deras yang seoalah menjadi katalisator kesendirian.

kau terlalu lama membasa-basikan fikiranku, keberangkatan mu yang berarti akhir ceritaku.

KANADA, entahlah bagiku itu terlalu jauh, tidak sedekat bersama bila harus digantikan dengan skype atau yahoo massengger dan membuat aku begadang beberapa minggu pertama setelah kamu pergi, disini tengah malam dan kamu disana baru memulai hidupmu.

membuka laptopku berusaha untuk menghapus semua fikiran tentangmu dengan tulisan dan papper atau bahkan draft tesis yang harus aku kejar dan tinggalkan, kamu disana juga aku tidak tau kabarnya, sudah akan memiliki atau sudah dimiliki oleh hati lain, tapi terlalu naif juga bila aku hanya akan berfikir untuk mengenangmu.

disini, bandung bulan ke 13 setelah kamu berangkat, setelah aku mengantarkanmu ke bandara keberangkatan luar negri di sukarno hatta bersama ayah dan ibumu, mungkin aku cuma bisa berujar karena diterjang macet dari bandung aku terlambat, hanya sempat melihatmu 3 menit.

masih aku ingat ketika kamu dengan sweater merahmu dan jeans mendekat padaku, kemudian memelukku seperti anak kecil yang akan merindukan ayahnya ketika ayahnya pergi keluar kota dan berbulan-bulan, aku tau kamu akan merindukanku ujarku perlahan.

kamu meneteskan air mata sambil berkat “pasti…”

kesedihan dan kesepian itu seperti candu bagiku.

masih ingat ketika kita keliling bandung, cimahi, memutar ke jakarta dan hanya akan makan siang di ancol, lalu aku menggoreskan nama kita di pinggir pantai dengan pena.

masih ingat ketika kamu ketiduran dimobil, aku akan setia menjadi supir dan penjagamu, sampai kamu terbangun, ketika kamu membuat kopi dan encer, ketika kita berantem dan akhirnya berbaikan. dan lain sebagainya yang bila ditulis hanya akan membolak balik fikiranku yang sudah mulai normal.

entahalah amarahku itu seperti ombak, kadang beriak, ketika sudah selesai beriak dia akan tenang, itu kenapa aku selalu bisa melupakan kesalahan-kesalahan yang pernah ada. konsepnya aku terlalu cinta padamu dan lebih dari rasa amarah itu sendiri.

Bandung, akhir tahun.

aku masih ingat ketika kita memutuskan untuk sendiri-sendiri dan masing-masing

4 botol bir, 3 kotak rokok yang aku sudah siapkan untuk merayakan kegagalan ada di meja kamarku.

tapi entahlah, haruskah aku melupakanmu dengan cara ini, atau haruskah sebenarnya aku melupakanmu, aku rasa tidak jua. dan tak perlu beberapa menit akhirnya barang-barang itu sudah ada di tong sampah. kamu terlalu berharga untuk dilupakan dan aku terlalu cinta untuk melupakanmu.

ini rindu dan mungkin sampai pilu..

bulan ke2

akhirny aku bisa menetralisir semuanya, menetralisir rasa asin dari garam yang membebat terlalu kuat, menetralisir dari paradox dan period yang mungkin tidak akan keluar dari rotasi period susuan planetarium jejaring galaxi bima sakti.

aku menjalani semuanya dengan cukup baik, entahlah bagiku ini cukup baik, melihatmu online pun aku tidak ingin menyapamu, tidak ingin mengganggu keseimbangan hidupmu tepatnya.

bila rindu itu memang pilu

biarlah aku menikmatinya sampai pilu itu hilang

atau adakah seorang anak hawa yang bisa membebat rasa pilu itu menjadi gairah kebahagiaan baru.

 

untuk saat ini belum perlu….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s