POTONGAN BAB 5 GENTA

perempuan cantik itu sedang tertidur, karena kelelahan menangis. matanya bengkak dan hidungnya memerah lalu merebah pada tempat tidurku yang tidak juga terlalu besar. terlelap dan entahlah sepertinya dia sangat tenang setelah marah besar dan mengeluarkan emosi yang berlebih. perlahan aku lepaskan pelukannya dari dadaku. dan membaringkannya dengan benar, memberinya selimut dan membenarkan letak tidurnya. lalu aku duduk di sebelah tempat tidur mengambil gitarku, memetiknya perlahan dengan lagu klasik pertanda hatiku sedang resah.

25 menit yang lalu, perempuan itu tiba-tiba masuk kamarku marah besar, memaki, menghujat lalu memukulku.

aku diam….

“kamuu jahaatttt, kamuu jahattttttt, jahaatttt” sambil menangis sekuat-kuatnya.

aku diam

lalu hentakan tangannya memukul dadaku yang diam, tidak menyakitkan, tidak lebih sakit dari apa yang dirasakannya didalam hatinya. lalu tidak puas dia marah padaku karena diamku dia mencari objek pelampiasan lain, handphone ku sesaat terbanting ke tembok-pecah.

perempuan itu semakin marah…

aku diam

perempuan itu lalu menangis sekuat-kuatnya berhenti pada klimaks tangisan dan mulai masuk pada senandung tangisan relu, lelah, dan lemah.

“kamuuu jahaattt” dengan suara yang pelan sisa tenaga yang terkumpul perempuan itu masih menangis, lalu mendekat kepadaku yang dari tadi mematung ditempat yang sama tanpa bergerak sedikitpun. dia melihatku dengan mata memelas, ingin dipeluk, ingin dimaafkan, ingin dijagai dan ingin dinomor satukan.

perempuan itu ingin minta dimaafkan karena emosinya yang berlebihan, karena ketidak percayaan pada kenyataan dan kenyataan dia harus bertengkar denganku karena orang lain yang tidak juga aku indahkan hidupnya. perempuan itu menyesal telah memukulku membanting handphoneku, membanting pintuku, lalu mengacak-acak meja kerjaku. perempuan itu menyesal dalam 10-15 menit telah membuat kamarku yang selalu rapi menjadi kapal pecah, dan berantakan. yang tersisa hanya buku-buku dan laporan draftku yang terletak dilantai-handphone yang hancur berantakan di sebelah meja kerja, tempat tidur yang sudah amburadul dan hatinya yang sakit.

aku ambil tangannya, lalu kupeluk kuat tubuhnya.

aku masih diam…

lalu dipeluknya aku, kuat, pertanda tidak ingin dilepas, lalu dipeluknya aku sambil terisak-kecil sisa amarah yang sudah membuatnya tidak bertenaga.pelukannya kuat-sekali, pertanda tidak ingin ditinggalkan, lalu perlahan aku mulai sadar pelukannya melemah pertanda dia hampir tertidur. aku angkat dia ke tempat tidur yang sudah di hancurkannya, meletakkannya perlahan dan membuatnya bersandar di dadaku.

“jangan pergi..” pintanya

aku diam

pertanda setuju, membiarkan dia istirahat menjadikan dadaku bantal-nya, memeluk tubuhku yang tadi dipukulinya, dan membiarkan rambutnya yang hitam terurai. matanya yang sembab dan tenaganya yang sudah habis.

jangan pernah menyakiti dirimu dan orang lain kekasih, aku tidak kemana-mana, masih juga disini, menungguimu datang dan kita lalu makan siang, kenapa terlalu kau ikuti perasaanmu yang entah berasal dari mana, lalu emosimu lebih besar dari cintamu kepadaku, lalu emosimu lebih besar dari pada kenyataan bahwa aku masih disini tidak kemana-mana.

aku mengenalmu, terlalu mengenalmu, amarahmu, kebencianmu, ketakutanmu, keteguhanmu, bahkan siklus menstruasimu yang membuatmu lebih cerewet.

aku mengenalmu sayang.

terlalu mengenalmu.

terdengar sayup-sayup lagu “stay close don’t go” secondhede serenede terputar pelan dari mac di sudut tempat tidur

I’m staring at the glass in front of me,
is it half empty or have i ruined all you’ve given me?
I know I’ve been selfish,
I know I’ve been foolish,
but look through that
and you will see,
I’ll do better, I know,
Baby, I can do better.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s