perempuan itu membelakangiku, berdiri dan tersenyum.

tidak juga akan berputar arah waktu

pada masa yang dahulu.

saat cerita hanya tinggal lelakin yang berakhir cerita, tidak perlu juga manis atau getir.

kita sudah berbeda, kamu melangkah pergi saat aku masih disini

meninggalkan luka yang terlalu dalam, ah sudahlah

aku biasa dimakan luka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s