ingatan mematikan

aku mengenalmu, bahkan sampai di urat nadimu

aku mengenalmu bahkan sampai detik detak jantungmu..

menyempatkan diri untuk menelfonmu adalah suatu prioritas bagiku, aku tidak ingin dimakan waktu dan jarak yang membuat ratusan orang kandas dalam cinta yang tidak juga akan berhenti.

elegi..

pagi ini,aku merindukan dirimu, melebihi rasa dingin yang menusuk sampai ketulang-tulang. berkolega dengan korelasi yang mungkin tidak bisa terbeli. ini cinta kawan, bukan perasaan was-was yang habis dimakan rasa rindu yang berlebih.

“sayang, dimana?” tanya ku pelan padamu..

“baru bangun tidur..” kau menjawab mungkin sambil mengusap matamu. kebiasaanmu yang dari dulu kuhafal-mati di luar kepalaku.

aku mulai dimakan rindu dan ketakutan akan jarak yang membelah menjadi padat ruang-ruang yang seharusnya kosong.

tidak juga cukup skype, ym, dan email untuk berbagi dan mendengar ceritamu..

“jangan lupa sarapan” ucapku padamu kekasih, aku tau kamu juga hanya akan tersenyum. satu-satunya orang yang kamu kuatirkan akan makanan adalah aku, lalu kututup telfon dari sisi satunya.

melihat bulan dimuenchen terang..

“sial, aku rindu sampai menggebu!”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s