cikeusik..

ini kisah kebrutalan bangsa yang dulu mengakunya bangsa besar.

kisah kecacian masyarakat yang katanya cinta damai.

entah racun apa yang di otak-tengkorak kepalamu ketika membabi buta dengan hujatan dan pisau pedang balok sampai mereka merenggang nyawa.

itu manusia, bung! bukan menakin yang akan bisa diperbaiki.

lalu sudah cukup puas ketika nyawa terbalas? sudah berhenti mendidihkah darahmu dan amarah kepicikan itu.

lalu aku titipkan kemana istri yang kehilangan suaminya, anak kecil yang bertanya pada ibu mana bapak?,atau ibu yang meraung-raung  kehilangan anaknya?

cukup puaskan dirimu membuat mereka merenggang berhenti memberi nafkah untuk anak-istri-cucu-menantu-kakak-adik -mereka?

kalau itu masalah filosofimu dan masalah prinsip, prinsip yang mana? mengapa cuma golonganmu? bukan sekaummu yang turut menangis?

cukup bahagiakah kau sekarang terpenjara laknat dan kebencian, karena pasti suatu saat apa yang kau perbuat diperbuat padamu.. entah siapapun itu mahluk yang disebut Tuhan yang paling mulia mencipta sangat adil. saat anakmu menangis minta dibeli susu dan kau harus terkapar menjadi mayat, atau saat istrimu hamil tua dan kau sudah membusuk di tanah meninggalkan penyesalan

kalau ini masalah perang, saya ingin Dia yang mencipta serupa turut membalas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s