titik balik

pagi ini bangun telat, seperti biasa. sejak mengerjakan tesis saya jarang rasanya bangun pagi tidak seperti kuliah dulu yang dikebut kekampus jam 7 pagi sudah harus duduk dikursi dan memperhatikan dosen menerangkan mata kuliah.

tapi pagi ini rasanya berbeda, saya tidur jam 1-an sambil meninggalkan laptop yang masih menyala, lampu, dan televisi yang juga masih menyala.

“saya kecapean”

entah kenapa, bukan juga habis sepedaan yang menguras tenaga dan energi, saya tarik kesimpulan mungkin kecapean masalah hati.

mencoba masuk ke dalam dunia yang sudah pergi, lalu kecewa dan mengorbitkan kekecewaan itu pada diri sendiri, tepat sekali, seminggu ini saya cuma menyalahkan diri-menyalahkan diri-dan menyalahkan diri-, kenapa saya tidak ini, kenapa itu, kenapa mesti ini, kenapa mesti itu.

come on dude.!

kekanak-kanakan sekali saya..

toh ini jalan hidup yang sudah saya pilih dengan kondisi sadar dan waras, dan tidak ada intervensi dari siapapun ketika saya memilihnya bahkan ketika memutuskan untuk memiliki pacar, pisah dengan pacar, sekolah lagi, melakukan hal yang baik dan kurang baik dan memutuskan untuk menjadi seperti apa diri saya.

untuk apapun itu saya tidak akan pernah menyalahkan orang lain, saya malah bersyukur pernah dididik dengan cara yang seperti ini, saya cukup bersyukur ketika saya harus diajari berusaha dan berjuang habis-habisan untuk satu yang saya inginkan, saya harus bangkit-berdiri kalau saya sedang jatuh, saya harus setia pada orang yang saya sayangi, dan saya tidak perlu memaksa sesuatu yang diluar ‘takdirnya’. ya saya tidak akan memaksakan sesuatu yang memang bukan jalan saya, artinya setelah saya berusaha dan gagal saya akan bersyukur kalau kegagalan itu akan membawa saya pada jalan yang sebenarnya.

karena setiap arti kesalahan akan mendekatkan pada kondisi yang benar.

bangun pagi ini, tanpa sempat membuat segelas kopi berfikir sayang rasanya kalau hidup akan dihabiskan untuk satu penyesalan

saya terlalu muda untuk menyesal, kenapa tidak sisa hidup yang masih panjang dibongkar dan diporak-porandakan dengan perbaikan ini itu, usaha ini itu, doa ini itu, harapan ini itu, bukan seperti saya kemarin yang menonton tv tanpa mengerti hasilnya-mendengar lagu tanpa mengenal liriknya, membaca buku tanpa menangkap hasilnya. saya tetap menjalankan aktifitas tapi tidak terasa apa-apa.

thats life, kadang ada saja yang bisa membuatmu seperti mayat hidup, duduk-tidur-tanpa semangat apapun. dan bagi kaum muda itu sering dikarenakan cinta. dan saya merasakan nya lagi setelah bertahun-tahun tidak merasakannya, menyakitkan, dan membuat saya benar-benar sempat kehilangan arah.

lalu apa? menjemput sesuatu yang sudah hilang dan ikut hilang?

“kau terlalu berharga untuk masa depanmu, untuk keluargamu, dan untuk orang yang nantinya dekat denganmu”

seorang sahabat di medan dari ujung telfon mengingatkan saya, bukan menasehati tapi lebih kearah memarahi, jarang-jarang dia memarahi saya seperti ini dan saya diam, saya merasa ditelanjangi oleh kata-katanya.

ini hidup saya, ini masa depan saya, cukuplah kalau patah itu sekedar 1 minggu-2 minggu tapi kalau berbulan-bulan itu pecundang.

baiklah, pagi ini saya mencoba menyusun puzzle hidup saya perlahan, satu persatu lagi seperti 4 tahun lalu, pelan-pelan..

selamat pagi, selamat berusaha, nikmati proses mencetak yang kadang-kadang menyakitkan tapi perlu untuk membentuk pola yang baik.

awesome dude!

bagian mana lagi yang ingin kau pungkiri kalau Tuhan itu baik… s e k a l i!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s