because i love you more than i can say

Apa itu cinta.

 

Entahlah aku juga tidak bisa menjawabnya dengan sempurna, tidak bisa memberi jawaban seperti ujian essai akhir semester dengan tulisan berlembar-lembar di double folio, tidak bisa menerangkannya pada algoritma kemudian menjadikannya bahasa program yang memudahkan menyelesaikan masalah, bahkan aku tidak bisa menerjemahkannya pada desain sederhana di kertas kosong dengan tinta dan pena.

 

Tapi aku ingin membicarakannya.

 

Namun sedang tidak ingin membicarakan cinta seperti cerita legenda Romeo dan Juliet yang mengilhami cerita cinta lainnya dari pelosok nusantara, Eropa, Burma,Cina, sampai gugusan Timur tengah, aku tidak ingin membicarakan cinta seperti Dyah Pitaloka yang belum sempat dipersunting Hayam Wuruk bahkan sudah melepas nyawa. Aku juga tidak ingin membicarakan cinta Laila majnun yang meskipun telah menjadi istri Said bin Munif, namun tetap mencintai Qais. bahkan Laila pernah berucap, secara fisik ia boleh menjadi istri Said bin Munif, tetapi jiwanya tetap untuk Qais. Atau cinta Benjamin pada Daisy di film The Curios Case of Benjamin Button, yang ketika Benjamin berubah menjadi muda kembali di masa tuanya sedangkan Daisy tetap menua meninggalkan mereka pada batasan waktu yang tidak terlawan.

 

Aku tidak ingin memanggilmu wanita tercantik didunia, aku juga tidak pernah terfikir untuk menyamaratakanmu dengan Aphrodite, Calypso dan Venus, atau putri indonesia tahun kemarin karena itu bukan dirimu.

 

Aku tidak ingin menggombalimu sampai muka kamu merah malu-malu, aku juga tidak ingin bersontak dengan lakonku lalu membaca puisi-prosa cinta didepan semua orang untuk mendapatkan dirimu, atau membawakan bunga banyak-banyak, boneka, cokelat bahkan memainkan soneta gitar depapepe atau lagu-lagu sabrina biar kamu terhenyu dan jatuh cinta padaku.

 

aku tidak mengerti cinta, tapi aku suka padamu, aku tidak berani berkata besar,karena aku juga tidak mengenal karya-karya sastra legenda itu secara mendalam, aku tidak pernah menjadi saksi hidupnya, aku juga tidak pernah menjadi aktor dalam pementasan teatrikal yang mendunia di theater italia atau spanyol bahkan theater di kelurahan-ku sekalipun.

 

tapi aku hanya ingin.

setia pada rasa sayangku padamu…

 

seperti seorang bapak yang mencintai ibu dengan tulus, yang sabar menunggui ibu di meja operasi berkali-kali. dan tak juga ia mengeluh, yang  mungkin sebelum menghentikan kebiasaan merokoknya, ia akan menghabiskan berbatang-batang rokok karena kuatir terjadi apa-apa dengan wanita yang paling dicintainya di seputaran muka bumi. Yang jarang pulang kerumah hanya karena mesti bekerja diproyek luar kota untuk memastikan anak-anak dan istrinya makan dan hidup yang berkecukupan.

 

Atau seperti ibu yang tidak pernah tidur kalau bapak belum pulang kerja sampai jam 3 pagi. ketika mereka berbagi kebahagian, dan menghadapi dukacita bersama-sama, yang mencintainya dengan sederhana, yang memasak masakan untuknya, menyiapkan bajunya, dan yang setia memegang tangannya kemana pun mereka. Orang pertama yang tau kalau bapak sedang sedih atau orang yang pertama tau kalau bapak sedang sakit dan dengan sangat sabar memaksa bapak yang selalu susah minum obat dengan teratur.

 

atau mereka berdua yang lalu menjadi maestro untuk memikirkan pendidikan anak-anaknya, memikirkan pakaian anak-anaknya, kendaraan, uang belanja  untuk anaknya, dan segalanya yang terbaik untuk anaknya walau mereka juga tidak bisa menikmati hasil tetes keringat mereka sendiri dengan sempurna demi anak-anak yang lebih baik.

 

aku ingin seperti itu saja, sederhana? tidak juga…mungkin itu rumit sekali.

 

 

atau seperti sepasang pasangan suami istri yang sudah tua yang saling berpegangan tangan ketika menyebrang dari jalanan braga kemarin malam.

 

sangat romantis yang mungkin melebihi romantisme ketika makan malam di tempat berview indah dengan puluhan lilin yang ditata sempurna, dan mungkin  lebih romantis daripada satu set orchestra yang disewa untuk memenangkan hatimu.

 


 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s