aku yakin berikutnya itu kamu

ini jalan sebulan ketika aku berusaha untuk mengenal, masuk dan mendalami tingkah dan hidupmu. berbagi pada rangkaian yang berbeda, dan berbagi pada hidup yang berkebalikan.

aku tidak pernah menjalin apa-apa dengan perempuan yang menjadikan asap rokok bau wewangiannya, yang nafasnya bau contreu atau vodka, yang doyannya dugem sampai tengah malam.

sampai ketika aku dikenalkan padamu, menyapamu dengan senyum simpulmu yang sedikit tidak perduli dengan keadaan, dan aku yang memandangmu perlahan. Matamu yang lembut yang tidak bisa kamu sembunyikan dariku. atau caramu menarik tangan ketika aku memegangnya agak lama, bukan aku berniat menggodamu malam itu, kefikiran pun tidak, tapi aku cuma ingin mengetahui respek pada setiap kejadian perkara yang aku masukkan dalam perkenalan kita.

Lalu waktu tengah malam kamu sudah mabuk, dan masih mengisap rokok mulai bicara melantur, aku? aku cuma menenggak segelas bir, lalu kamu cerita dan aku mendengar, kamu menyeracau dan aku diam, kamu mengambil dan menghabiskan birku yang masih sisa setengah dan aku masih diam. lalu kamu jatuh sudah setengah sadar sambil meracau di sebelahku, dan aku mengangkatmu perlahan, sambil membantumu berjalan dengan tergopoh, lalu mendudukkanmu dikursi belakang, menunggui teman-teman kita yang masih didalam. lalu mengantar kalian bertiga dalam keadaan mabuk. aku? aku masih pada prinsip dan jalanku.

esoknya kamu sms meminta pin BB ku, aku tidak punya, aku hanya menggunakan handphone biasa.

“terimakasih” smsmu yang padat dan singkat dan cukup jelas.. dan aku membalasnya dengan

“:)” lebih singkat.

aku berbicara dengan teman untuk mencarikanku pacar lagi, walau sebenarnya hanya bualan, aku tidak butuh pacar, aku juga bukan pria penakut yang berkenalan dengan wanita dengan dikenalkan. aku tetap seperti dulu, bila suka akan aku perjuangkan sampai aku tidak mampu memperjuangkan dan berbalik arah. sampai kamu bisa membuatku berbalik arah.

mendengar kamu demam dikosanmu, lalu mengantarkan makanan kesana, duduk sepanjang malam menungguimu tertidur, lalu pulang kekosanku, menemanimu mengerjakan skripsimu yang belum kelar, memarahimu karena ingin kelayapan dan kembali kamu yang memarahiku karena mencoba mengatur hidupmu.

aku cuma diam, aku tidak ingin mengatur hidupmu, aku cuma ingin kamu lebih baik, bukan juga untuk ku dan juga bukan untuk siapa-siapa, ini murni untuk kamu. lalu kita yang mulai dekat, bicara, dan sengaja beberapa kali di sela kesibukan tesisku aku singgah untuk mendengarmu cerita tentang bar tadi malam, ke klub malam dengan siapa. aku mengerti kamu sepertinya, aku tau juga kalau ini adalah pelarian. aku? aku siap disini buat kamu. entah kenapa tapi aku yakin kamu bisa menjadi lebih baik dengan semua ini. lalu perlahan berganti arah dan menuju ketujuan besarmu untuk kerja di dubes indonesia di inggris.

lalu kemarin kamu yang marah, setelah aku pulang dari kosanmu tengah malam untuk menonton bola di tempat temanku meninggalkan mu yang demam, aku bukan tidak perduli, tapi kamu yang tetap ngeyel mau keluar, aku larang dan  kamu marah, dari pada kita saling marah mungkin aku yang lebih baik diam. lalu skypean dan melihatmu menangis.

tapi, 1 jaman kemudian aku sudah ada di tempat kamu menangis ingin diperhatikan, menangis ingin dijagai, ingin diberi minyak angin agar bisa tidur, menangis karena ingin dilarang-larang. kamu bego ya, dikasi kebebasan malah ingin dilarang-larang.

disini aku melihatmu tertidur, lelap sekali dengan jaket ouval abu-abuku, setelah muntah tadi siang.

tidur yang lelap ya kamu, aku bahkan tidak mengerjakan apa-apa agar bisa menemanimu istirahat, mumpung aku masih bisa disini mumpung tesisku belum dikejar waktu, dan mumpung kerjaanku baru beres kemarin siang.

dikamarmu aku melihatmu tertidur lelap, dan aku sedang menulis ini didepanmu. disela- tumpukan asbak rokok tadi pagi, dan diantara botol bir yang siap aku buang.

istirahatlah yang cukup, aku disini, membantumu menjadi lebih baik. dan aku janjikan untuk membuatmu lebih baik, semoga aku berhasil, bila kamu sudah lebih baik, mungkin aku akan menghilang, dan pergi entah kemana. jangan cari aku, karena melihat hidupmu jauh lebih baik itu sudah lebih cukup dariku.

aku? aku pasti cukup… dengan diriku sendiri..

(kamu manis sekali dengan rambut yang terikat dengan jaket yang kebesaran dan dengan celana tidur, kamu, kamu manis sekali kalau tidak cerewet melawan kata-kataku, kamu, kamu manis sekali kalau berhenti merokok dan minum itu alkohol hidup sehat dan menyelesaikan kuliah cepat-cepat lalu kerja dan menjadi berhasil, kamu, kamu memang manis sekali waktu tertidur…)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s