caringin tilu.

diatas bayang-bayang diri yang menuju lembah dan bukit jiwaku bergelora menahan diri yang banyak maunya.

lalu berbayang fenomena kabut yang menutup lautan lampu kota dan menyejuk pelan-pelan turun dalam satu sapuan angin malam kekauan

menyatakan cinta pada langit, menyatakan luka pada awan seperti pada batas lampu kota dan dinginnya puncak ini

bila ini cerita tentang cinta, lalu titip saja rinduku pada dinginnya caringin tilu ini subuh pukul tiga dini hari.

berjuang melawan kabut, lalu senja dan berakhir dengan melawan diri sendiri.

sambil memutar dont look backnya adhitnya sofyan dari pemutar musik dan segelas kopi panasku…

aku merindukan mu disini sayang, bercerita ¬†tentang banyak hal…sangat rindu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s