saat menularkan sifat menular

satu perubahan-perubahan kecil  akan menimbulkan perubahan-perubahan besar-

Masih ingat sore hari ketika meledaknya bom buku yang ditujukan kepada ulil, dan ketika satu perwira polisi berusaha untuk “mengamankan” bom tersebut, sontak malah kehilangan salah satu tangannya dan beberapa orang terluka.

Masih ingat juga ketika sore itu media yang langsung menyorot tajam secara live lalu dengan tidak bijak sana mengulanginya berkali-kali dan kali-dan kali dan ditonton juga berkali-berkali-kali oleh jutaan orang, perbandingan yang saya tawarkan: orang dewasa saja akan “bergetar” melihat video tersebut dan silahkan bayangkan pada kejiwaan dan psikologis anak kecil yang tidak mengerti apa-apa menyaksikannya secar gamblang.

Hubungan yang lalu menjalar seperti jamur di indonesia lalu pada satu kondisi hari berikutnya ada banyak sekali bom-bom buku lainnya yang membuat resah masyarakat, dari mulai, Jakarta, BIN, kantor salah satu pemimpin ormas, ahmad dhani, menjalar ke surabaya, bali, dan kota lainnya yang mungkin anda sendiri sudah mendengar dan melihat sendiri.

menurut saya sebenarnya perlahan kita dibentuk dalam satu kondisi teror yang menakutkan, dengan persepsi, buku yang di paketkan, pengirim yang tidak jelas sontak saja masyarakat secara umum memposisikan barang dan subjek itu adalah hal yang “berbahaya” “mengancam” “membunuh””teror”.

menyedihkan?..sangat .

yang kita harapkan adalah polisi, dan semua pihak termasuk saya dan anda menemukan cara jitu untuk menghadapi sebagian besar situasi yang bila tidak diselesaikan akan memberikan dampak kekuatiran yang cukup nyata.

saya coba runut kebelakang ke point yang lebih sederhana dan tidak berefek pada ketakutan

masih ingat ketika “crocks” menjamur di indonesia, percaya atau tidak itu esensi yang cuma berawal dari keisengan sekelompok dan segelintir orang yang semata-mata alasannya karena ingin tampil berbeda. lalu satu faktual menjamur dan sampai kondisi dimana orang berbondong-bondong membeli crocks entah itu asli, KW1, KW2, dari mulai membeli di plasa indonesia, di IP Bandung, atau malah didepan pasar baru. semua seperti menjamur, menular dan berkembang biak dengan cepat, intinya sih “pokoknya pakai crocks aja udah!”

menurut saya hal diatas sefenomena dengan Hush Puppies yang membom pasaran amerika pada tahun 1996, sefenomena dengan gelang power Balance yang ternyata Hoax (yang ini sebenarnya lebih membludak), percayakah anda, apa yang anda percayai sebagai gelang keseimbangan, pemberi tenaga berlebih hanya gelang karet yang berfungsi “membuat anda percaya diri” lalu merasa lebih sehat, lebih kuat, lebih seimbang, mungkin juga kalau pihak power balance tidak mengakuinya anda akan tetap masih percaya diri, dan merasa “kuat” apabila menggunakan gelang itu.

atau satu kondisi lebih ringan

 

Pernahkah anda berfikir tentang “menguap” (yang biasanya anda alami ketika terserang kantuk)?

Menguap adalah sesuatu yang ternyata bisa berdampak besar. hanya dengan mambaca kata “menguap” dalam dua kalimat terdahulu-dan dua kalimat ini-cukup banyak diantara anda yang mungkin akan menguap dalam beberapa menit mendatang, bahkan ketika saya menulis paragraf ini saya menguap dua kali, saat anda membaca tulisan ini ada kemungkinan beberapa orang akan melihat anda menguap juga akan menguap, demikian pula seterusnya ketika orang lagi akan melihat mereka menguap.

hubungannya dengan teror?

kalau menguap saja adalah suatu yang sangat menular, maka persepsikan itu dengan ketakutan, teror, dan rasa parno yang berlebihan.

berbahaya? jelas..

saya tidak akan merasa aman di tempat-tempat umum, saya akan mencurigai orang lain disekitar saya, saya akan berfikiran bahwa kotak yang ditong sampah adalah bom mematikan.

sampai kapan? kita yang berhak menjawab dari hati masing-masing.

point lain lalu kalau hal negatif sangat bisa menular, kenapa hal positif tidak?

senyum simpul, perhatian, semangat berlebih dan keinginan untuk menjadi lebih baik juga menular.

begitu juga saat satu kondisi kita berharap dan bukan angan-angan bahwa kita akan menjadi bangsa plural yang saling menghormati, tanpa ada teror, tanpa ada penyalahan antara satu dan yang lainnya, negara yang berdedikasi tinggi pada masyarkat, dan masyarakat yang berdedikasi tinggi pada negara, aman, nyaman, sentosa, bla bla bla bla.

entahlah kapan, tahun ini, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi?

semuanya hanya karena kita juga memiliki satu kepercayaani tanggapan dari masing-masing pribadi. semua hal sebenarnya memiliki sifat menular (contagiousness), sangat cepat, dan tidak bertahap bahkan anda sendiri juga memiliki sifat menjadi pembawa penularan itu.

 

harapannya semoga anda dan orang lain dan juga penulis bisa memberikan sifat menular yang berkencendrungan baik untuk sesuatu yang lebih baik!, lalu anda akan menularkan satu point positif yang berdampak baik pada orang lain, pada lingkungan lain, dan pada satu masyarakat yang dibentuk pada diri.

sekian.

selamat beraktifitas dari penulis.

semoga bermanfaat.

kita muda, kita berkarya dan pasti kita bisa!!

 


2 thoughts on “saat menularkan sifat menular

    1. ya begitulah bung, mungkin kita dalam realita fenomena.
      setidanya kita sedang bangkit memperjuangkan prioritas2 yang baik..untuk negara ini.. siapa tau suatu saat anda, saya dan kita yang memimpin negri ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s