Ananda

Bicara tentang kepergian, saat kau berjibaku dengan rasamu sendiri Memilih memenangkan kewajaran dan kesepian dibanding hura-hura dan keriuhan Menjadi perkara mampu atau tidak mampu Tapi yang pasti saya menjadi bagian indah yang terkontaminasi doa-doa dan harapan sedari kecil Malam dimana saya ketemu kamu terakhir kalinya  untuk mengkopi file yang kamu minta, entahlah.. tapi aku sudah … More Ananda

gila!

perempuan itu duduk membusur, lalu berdiri, kelelahan. sama lengkap dengan bentuk yang dianggap satu permulaan akut.sambil mengembangkan rambutnya yang berponi dan menampakkan mata kelelahan, kecapean atau mungkin karena sakit yang tertanggung bertahun-tahun. sepi sendiri dan ditinggal, dicintainya lah satu virus yang merasuk ke dalam tulang-tulang, lalu bercinta, kawin dan menghasilkan anak rasa bersalah yang dipendam … More gila!

lukanya..

dan berduka, dan terluka, dan menangis sejadi-jadinya.. ini kali keberapa handphone berbunyi, untung saja tidak dimatikan dari semalaman seperti biasa.  terlalu pagi untuk mendengar tangisannya, terlalu pagi untuk mendengar keluh kesah, bahkan belum juga aku sempat menyeduh cangkir kopi pagi ini. belum juga sempat mandi, cuci muka, ambil jaket, keluarin sepeda motor dan menuju kosannya. … More lukanya..

sia-sia

kebangun subuh-subuh dan sulit tidur lagi, kepikiran. gini doang kita? ga ngobrol, ga bicara. cuma segitu doang? sia-sia..