analogi matriks dan pemecahan masalah

Matriks

Matriks adalah kumpulan bilangan berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.

Pemanfaatannya misalnya dalam menjelaskan persamaan linier, transformasi koordinat, dan lainnya. Matriks seperti halnya variabel biasa dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan didekomposisikan.

anda tentu tau matriks?

pernah melakukan perhitungan dengan matriks? tentu pernah, di jenjang SD, SMP, SMU, Kuliah, Pasca, atau dari bidang Doctoral degre.

entahlah beberapa jam belakangan saya mendadak kepikiran tentang matriks, suatu metode yang banyak membantu dalam perhitungan aritmatika atau memecah kan coding yang menyelesaikan satu masalah yang runut pada masing-masing konsep yang berbeda.

manfaat dari matriks adalah membuat satu perhitungan menjadi lebih terstruktur. itu saja? tentu tidak, anda dapat memecakan ratusan matriks yang rumit dengan menciptakan matriks yang berbentuk rapi dan percayalah pemecahannya akan lebih mudah.

analogi yang saya masukkan dalam tulisan ini bukan tentang matriks yang membantu menyelesaikan masalah perubahan aritmatika atau perubahan variabel yang dibentuk dalam satui penulisan sederhana ataupun tingkat aritmatika mahasiswa sains yang sedang menyelesaikan disertasi. pastinya, rumit!

atau membahas film The Matrix adalah sebuah film fiksi ilmiah yang pertama kali dirilis di Amerika tahun 1999. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Wachowski bersaudara (Andy dan Larry). Pemeran utama adalah Keanu Reeves, Laurence Fishburne, Carrie-Anne Moss, dan Hugo Weaving.

yang saya ingin bahas tentang analogi penciptaan matrix, awalnya ada persamaan yang rumit yang dibentuk masing-masing kemudian dilakukan pengalian, pemfaktoran, satu per satu yang rumit, dari masing-masing perkalian, sampai pada satu kondisi menghasilkan nilai akhir.

analoginya.

matriks itu alat bantu, pemecahan masalah yang rumit. yang pemfaktorannya memakan waktu yang cukup lama, yang membentuk satu deret perhitungan aritmatika menjengkelkan dengan satu kondisi yang lebih sederhana.

begitu juga dengan konsep pemecahan masalah.

alat bantu yang diciptakan untuk membantuk menyelesaikan masalah dalam kategori apa saja. mengelompokkannya, mencari hasil akhir yang diinginkan, membentuk point2 atau kemungkinan-kemungkinan yang mungkin dilakukan untuk satu kombinasi yang diharapkan lalu melakukannya dalam satu kondisi sadar yang bertanggung jawab.


pointnya.

1. mengelompokkan masalah-masalah yang ingin diselesaikan dalam satu faktor yang sama.

2. menganalisa, keinginan (willingness) penyelesaian masalah tersebut akan menjadi apa. atau menentukan visi dan tujuan tersebut.

3. membentuk garis-garis semu kemungkinan yang akan dilakukan dalam penyelesaian masalah, akibat-akibat yang mungkin terjadi, dan efek-efek terburuk yang mungkin bereaksi.

4. melakukan bentuk-bentuk visi dan kondisi tersebut dengan bertanggung jawab.

setelah anda ikhlas melakukannya, percayalah hal terburuk sekalipun ialah bentukan terbaik yang bisa anda lakukan, analoginya trial dan error tidak akan ada nilai sempurna, namun nilai yang paling mendekati mungkin itu yang terbaik.

konsep diatas terkesan rumit sebenarnya, namun apabila terbiasa, akan banyak membantu menyelesaikan masalah dengan berbagai pilihan kondisi dan keinginan dari pada hanya menyelesaikan dengan tergesagesa dan terburu-buru dan tidak menghasilkan satu bentuk apa-apa.

selamat mencoba.

salam dari penulis

menulis di tengah menunggu bimbingan dari dosen pembimbing yang mengajarkan saya tentang point pola fikir ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s