lukanya..

dan berduka, dan terluka, dan menangis sejadi-jadinya..

ini kali keberapa handphone berbunyi, untung saja tidak dimatikan dari semalaman seperti biasa.  terlalu pagi untuk mendengar tangisannya, terlalu pagi untuk mendengar keluh kesah, bahkan belum juga aku sempat menyeduh cangkir kopi pagi ini.

belum juga sempat mandi, cuci muka, ambil jaket, keluarin sepeda motor dan menuju kosannya.

saya takut dia bodoh, dan berbuat yang macam-macam lagi, ah bego.

sepanjang perjalanan hanya mengumpat..

“bego, bego, bego..”

20-30 menit akhirnya sampai dikosannya, pintu kamar yang terbuka melihat nya duduk memeluk bantal gulingnya, mata yang bertatapan kosong, sembab sisa menangis dan yang pasti hati yang sudah hancur lebur.

memeluknya dari belakang, sambil mendekapnya.. lalu dia menyandarkan dirinya padaku. dan tertidur…..

jangan menangis lagi sayang, aku disini, tidak kemana-mana..

tetap disini..menungguimu terlelap dan sakit menahan beban ini yang begitu besar.

sabarlah, bahuku dan lenganku lebih kuat, takkan kubiarkan kamu menahan beban itu sendiri..

bandung april 2011..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s