wanita pemecah batu

perempuan itu duduk di sisi satunya, menahan diri dari ombang ambing zaman

tak gentar… sedikitpun

melingkup keringat membasahi dahi

berkerumun daki dan tanah siang tadi

perempuan itu beradu padu dengan pecahan batu, membebat dengan sisa tenaga yang berlebih

berperang dengan otot dan saraf yang tidak juga selesai.

menantang siang terik, demi sebungkus nasi  dan uang 15.000 untuk anaknya yang masih ingusan

butuh sekolah yang mahalnya menusuk ke paru-paru jantung

dan meninggalkan cita-cita yang hanya akan tinggal angan-angan

berdandan? lupakan saja, berbaju kusam, berjuang dengan mata yang sudah kelelahan ini sudah cukup.

beradu padu dengan batu dan palu, keringat, kesusahan dan sulitnya makan.

tapi ini hidup, memang bukan perkara adil atau tidak

ini hidup yang harus dipertanggung jawabkan pada satu periode yang akhirnya terjadi

saat khalik berkata:

apa yang sudah kau perjuangkan dalam masa hidupmu!

selamat hari kartini dan hari buruh para wanita pemecah batu

doaku untukmu


2 thoughts on “wanita pemecah batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s