rencanarencana tinggal rencana

jarak…

bunuh aku dengan racun yang menggebu

yang hinggap di saraf dari ujung-ujung pupil mataku

lalu benamkan aku pada rindu dan kegelisahan tak berarti…

jarak..

pertinggal aku disini, sendirian…

mungkin benar…

semuanya adalah kondisional, dan aku tidak ingin menyakiti dan tersakiti lagi oleh cinta..

jarak…

sisip aku pada detik yang menuju patah arang…

selamat tinggal kekasih, ketika waktu berjalan kekanan dan kau akan berdiri nantinya didepanku lagi…

itu rejeki, dan itu rejeki ku…

bila ada yang melamarmu dalam waktu dekat, itu rejekimu….aku menyayangimu, walau hanya sebentar saja kau menitip dan membersihkan lukaku yang dulu

walau sebentar kau datang dan membuat kecewa dulu menjadi suka…

saya berhutang padamu, berhutang ajaran kepercayaan atas cinta, dan dasar-dasarnya sekali…

maafkan aku..

untukmu disana yang sedang bekerja, yang membagi banyak waktu dengan menangis, tertawa, bicara, cerita dengan saya dalam 2 bulan ini…

semua akan lebih baik..

pasti….walau kita tidak lagi berpegangan tangan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s