bandung, satu spot, di sore hari.

entah kenapa

kau suka mengulek-ulek perasaanku, namun sukurnya aku masih bertopeng jadi cuma aku yang bisa menikmatinya

disisi lain mungkin aku juga sudah memblender perasaanmu dari dulu, lalu meninggalkan potongan yang terpecah

ah sudahlah, kita mungkin akan saling menghancurkan kalau bertemu

tapi taukah kamu, ketika bertemu denganmu sebenarnya aku ingin memegang tanganmu dan bicara berdua, bereaksi atas cinta dan kisah kita, berkontemporeri dengan nafas dan lagu kita…

ah taukah kamu

berdiri di spot ini hanya membuat aku mengangenimu…

dan sukurlah hanya aku yang tahu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s