denganmu di alamanda

dirimu masih saja tumbuh bersama hujan menjadi bunga-bunga kesepian dan kenangan
yang tak bisa luruh,  menghanyutkan dan membuatku terombang-ambing pada lautan yang tak bertepi pada samudera yang tak bertuan.

aku sungguh mencintaimu, teriakku.

tapi kenapa kau masih percaya cerita kita yang berlalu pada sepuluh atau sebelas purnama?

aku menggaduh pada lelakon orang perorang dan mencari hawa yang lebih baik darimu.. kutemukan, lalu kau kubiarkan berlalu

 

lalu sementara kita berdiri di  alamanda, di paris, di venice, di warna-warni begonia dan di depan teras di swiss

menggebu lalu bercinta dengan kenangan, ah bukan kau bukan kenangan.. kau nyata di sisiku sekarang.

“kau terperangkap! “ujarmu

“sudah lama..”jawabku

dan kita berkecupan sampai matahari terbenam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s