kau yang tak terlawan.

segegas november bergegas mei januari, di ujung juli dan mengakumulasikan november
waktu berhantam-hantaman, berseteru dan tak mau meminggir
merayakan keusangan manusia yang tak mampu melawannya
satu berganti dua berganti dua puluh lalu tiga puluh

perlahan ia menyusun, menghancurkan dan melahirkan yang baru

tapi aku memang terlalu membenci kalender — angka-angka berurut yang sulit dikalkulasi —
yang membuat angkuh dimakan waktu
aku dengar sore itu teriak-teriak dari jarum jam menuju kekanan, aku dengar sore itu jantung-jantung yang perlahan detaknya memelan…ssstttttt

begitu malam, aku pun tidak ingin tidur karena tau aku melawan waktu yang tak terlawan

5 menit kemudian aku diawang-awang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s