menggodai

di wajahmu kuagungkan keagungan khalik yang menciptakannya sesempurna itu
di buah-buah dadamu kutanam mimpi-mimpi paling jalang dan tak bertuan
di bibir dan matamu, aku menggigil kedinginan

dihadapmu lalu aku memegang tanganmu, dan kau menjentikkan kelingkingmu di telingaku, membuat aku berhenti pada nada sadar sederhana yang sudah menguap di pola kita berdua.
aku bertanya

Tuhan,
ini pasti bukan mahluk pertama yang kau ciptakan sempurna.
lalu di ranjang ini kau endap seluruh erangan, yang tinggal aku yang digilai oleh nafsu denganmu, sedang berfikir senjakah keinginanku ?
ataukah memang ranum subuhmu…

ah gila! sudahlah, kita menikah saja!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s