bahkan aku lupa namamu

selamat malam wanita yang terjaring mabuk pada malam yang tak bertuan,

kau-aku telanjang di atas kasur-kasur yang berdosa
lalu perlahan kita bicara dalam lelap, menggurui dalam mimpi lalu terlentang, menggelinjang-gelinjang
dan ketika kita mendekat terpanggang rasa bersalah, berpegangan dan dibutakan oleh remang-remang
siaplah menghadap nerakamu, nerakaku tapi sorga sementara bagi kita untuk sore ini
Lebih terang dari siang: kita saling berpegang menyentuh tubuhmu dan tubuhku
aku dihantui waktu, jarum jam yang berjalan kekanan, lalu tersadar bahwa waktu tidak akan berhenti
perlahan kita dijajah oleh siang, oleh cahaya yang merasuk masuk ke jendela tempat keluh-keluh itu tertuang
lalu meronta-ronta ingin pergi, bagai camar yang terbang setelah ditangkap pemburu
pergi seperti teman yang tidak saling kenal, atau seakan-akan tidak ada cinta kita yang tak kita sadari.

tapi aku masih memelukku dalam pandanganku

dan saling bersentuh dengan wajah kita yang tinggal telanjang.

dan sialnya, aku lupa namamu…ah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s