embun

ada yang diam-diam berjalan di subuh dini hari.

perlahan-lahan mengoksidasi dan kemudian menggumpal menjadi tetes payau di ujung daun

embunku itu air rindu yang menets-netes dikaca jendelamu

yang menggodai, menatapmu, bercerita tentang cinta-cinta di persepolis dan kota tua di pakistan, lalu berbalik mengguling-guling di lembah baliscata italia dan meloncat di teras-teras di rennes berkisah sampai larut malam di nantes, vinchy, bastia dan tertidur di cannes.

embun itu air mata yang mengeruh dari hasil tangisanmu tadi malam, berkisah tentang teatrikan cinta yang hebat di Ermoupoli dan tertinggal pada pelukan di ranjangmu yang sendirian dan kesepian.

atau mungkin saja

embun itu..kita yang tinggal cerita


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s