gambir menuju bandung

Ini gerbong-gerbong kosong, tempat aku duduk menunggu ketinggalan

ketinggalan diri mu yang berlari duluan.

aku masih menunggu keberangkatan tepat tengah malam kau berpulang

tapi tetap saja, langkahmu terlalu panjang untuk dikejar dengan beban yang lengkung di sekujur pundak

dijemput dongeng penghabisan:
cerita yang belum kita selesaikan-

sepi yang kuminati sampaikah pada pesan kita yang berpelukan di stasiun gambir menuju bandung

sepi yang kunikmati terasakah pada gontaian kaki yang menjauh pergi

aku melihatmu sangat cantik sore ini, tapi sayang hanya bisa menikmatimu berjalan menjauh dan itupun dari belakang..

dan aku terbangun sampai di stasiun bandung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s