untukmu pram

pram, mimpi mimpimu itu tegas..

tidak berkarat walau diberi selaras asam pada hujan yang turun dari bedil bedil mereka yang laknat

pram, cita-cita mu itu rasanya tembok-tembok pertahanan yang menggelegar pada ode-ode pemujaanku

pram…

dihalaman pertama kisah perjalanan, pernahkah kau lihat perubahan?

atau disana kau sudah merasa ini bagian perubahan?

pram…kami lanjutkan semampu kami ode-ode itu..

bila kami tidak mampu..

pram kau terlalu tinggi untuk tergapai…tenanglah disana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s